KUPANG — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi NTT menggelar World Book Day 2026 di Lippo Plaza Kupang, Sabtu (23/5). Mengusung tema “Connected by Literacy: Building Future-Ready Communities”, kegiatan ini menyasar penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui budaya baca.
Acara dihadiri Bunda Literasi Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo, serta jajaran perbankan dan Balai Bahasa. Ratusan pelajar SMA/SMK di Kota Kupang turut memadati lokasi sejak pagi.
Bank Indonesia bersama Pemprov NTT, Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), dan Pokja Bunda Literasi menyerahkan 1.000 buku bacaan secara simbolis. Buku-buku itu akan didistribusikan ke taman baca dan komunitas literasi di berbagai wilayah NTT.
Pada kesempatan yang sama, BI NTT meresmikan Mobil Literasi Keliling “Literamove”. Armada ini dikelola Perpustakaan BI NTT dan dirancang untuk memperluas akses bacaan bagi anak-anak dan pelajar di daerah terpencil.
Sebanyak 270 mahasiswa penerima Bantuan Pendidikan Kebanksentralan resmi tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI) tahun ini. Program ini menjadi wadah pengembangan kapasitas bagi mahasiswa berprestasi dari berbagai kampus di NTT.
Puncak acara diisi sesi bedah buku bersama penulis Dee Lestari. Dalam sesi tersebut, Dee berbagi pengalaman tentang pentingnya membaca, menulis, dan keberanian menuangkan ide sebagai bekal membangun generasi kreatif.
Sebelumnya, sejumlah lomba edukatif digelar, antara lain mendongeng, pidato, film pendek, dan mewarnai. Antusiasme peserta terlihat sejak babak penyisihan hingga pengumuman pemenang.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Rio Khasananda, menekankan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. “Literasi adalah fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan adaptif,” ujarnya dalam sambutan.
Mewakili Gubernur NTT, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ambrosius Kodo menambahkan, pendidikan tidak hanya soal penguasaan ilmu pengetahuan. Pembentukan karakter, integritas, dan nilai kebangsaan juga menjadi prioritas Pemprov NTT dalam setiap program literasi.
Bunda Literasi Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, mengapresiasi langkah kolaboratif BI NTT. Menurutnya, gerakan literasi yang dekat dengan masyarakat dapat mendorong minat baca dan semangat belajar generasi muda di NTT.
World Book Day 2026 menjadi bagian dari sinergi Bank Indonesia bersama Pemprov NTT dan para pemangku kepentingan. Tujuannya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.
Melalui kegiatan ini, BI NTT berharap semangat literasi terus tumbuh menjadi gerakan kolektif yang berdampak luas pada peningkatan kualitas SDM dan pembangunan ekonomi daerah ke depan.