NUSA TENGGARA TIMUR — Kezia bukan wajah baru di industri pageant. Sebelum melangkah ke Miss Indonesia, ia terpilih sebagai pemenang Duta Pariwisata Kota Batam 2026. Gelar itu, menurutnya, menjadi modal untuk bersaing di level nasional yang lebih kompetitif.
"Sebelumnya saya pernah mengikuti Duta Pariwisata Kota Batam 2026 dan saya kebetulan terpilih menjadi the winner of Puan Kota Batam. Jadi itu pengalaman pertama saya dan ini adalah pengalaman yang kedua," ujar Kezia saat ditemui di sela audisi, Minggu (24/5/2026).
Ia menilai Miss Indonesia bukan sekadar ajang adu penampilan. Kezia melihat kompetisi ini sebagai ruang bagi perempuan untuk bertumbuh sekaligus menyebarkan pengaruh positif. Pesan itu ia bawa sejak mengikuti audisi di Jakarta.
Pengalaman sebagai Duta Pariwisata Kota Batam memberikan Kezia pemahaman soal public speaking dan pengenalan budaya lokal. Dua aspek itu, menurutnya, menjadi bekal penting saat menghadapi dewan juri Miss Indonesia 2026.
Audisi Miss Indonesia 2026 diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah. Panitia mencatat antusiasme tinggi dari kontestan yang sudah memiliki pengalaman di ajang serupa, termasuk Kezia. Ia berharap bisa melaju ke babak berikutnya dan membawa nama Batam di kancah nasional.
Bagi Kezia, kompetisi ini lebih dari sekadar mahkota. "Saya ingin menunjukkan bahwa perempuan bisa bermimpi besar dan mewujudkannya lewat langkah nyata," katanya. Ia juga berencana mengangkat potensi pariwisata Kepulauan Riau jika terpilih menjadi finalis.
Proses audisi Miss Indonesia 2026 masih berlangsung di sejumlah kota besar. Pengumuman finalis akan dilakukan setelah seluruh rangkaian seleksi rampung. Kezia optimistis pengalaman pertamanya di Duta Pariwisata Batam menjadi nilai tambah di mata juri.