Laba SeaBank Melonjak 288% Jadi Rp375 Miliar di Kuartal I 2026, Kredit Tumbuh 40,8%

Penulis: Chandra Kusuma  •  Jumat, 22 Mei 2026 | 10:08:40 WIB
Laba SeaBank naik 288% menjadi Rp375 miliar pada kuartal I 2026.

NUSA TENGGARA TIMUR — Sepanjang Januari–Maret 2026, SeaBank menyalurkan kredit Rp34,8 triliun, naik 40,83% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp24,71 triliun. Ekspansi ini difokuskan pada segmen retail melalui direct lending dan kerja sama dengan perusahaan multifinance serta lending partner. Risiko kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah bruto (Non-Performing Loan/NPL Gross) di angka 1,56%.

Dana Pihak Ketiga Tumbuh 44,58%, CASA Mendominasi

Dari sisi pendanaan, SeaBank mengantongi dana pihak ketiga (DPK) Rp39,1 triliun per Maret 2026, naik 44,58% dibanding Rp27 triliun setahun sebelumnya. Porsi dana murah (Current Account Saving Account/CASA) mendominasi 69,10% dari total DPK. Struktur ini menekan biaya bunga dan memperkuat margin bunga bersih bank.

Total aset SeaBank mencapai Rp49,7 triliun, tumbuh 33% secara tahunan dari Rp37,4 triliun. Pertumbuhan aset ditopang penempatan likuiditas yang prudent pada instrumen aman serta penyaluran kredit berkualitas. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat 21,88%, jauh di atas ambang batas regulator.

Kutipan Direktur Utama: Bukti Model Bisnis Bank Digital

Direktur Utama SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley menyatakan capaian ini membuktikan ketangguhan model bisnis bank digital dalam menjawab kebutuhan finansial masyarakat. "Kami akan terus menjaga momentum ini dengan menghadirkan teknologi layanan keuangan, demi menciptakan akses yang lebih luas bagi setiap lapisan masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (21/5).

Sasmaya menambahkan, setiap angka dalam laporan keuangan merepresentasikan kepercayaan nasabah yang dijaga. "Kinerja SeaBank di awal 2026 adalah bukti nyata bahwa bank digital dapat tumbuh pesat sekaligus tetap pruden," pungkasnya.

Apa Arti Kinerja Ini bagi Nasabah dan Investor?

Bagi nasabah, pertumbuhan DPK dan dominasi CASA menandakan kepercayaan terhadap layanan tabungan dan transaksi harian SeaBank meningkat. Sementara bagi investor, laba berlipat dan NPL terkendali menjadi sinyal profitabilitas berkelanjutan. SeaBank juga memastikan kecukupan modal kuat untuk mendukung ekspansi jangka panjang tanpa tekanan likuiditas.

Pertumbuhan kredit yang selektif di segmen retail dan kemitraan multifinance menunjukkan SeaBank tidak sekadar mengejar volume, tetapi juga kualitas aset. Dengan rasio CAR 21,88%, bank memiliki bantalan modal yang solid jika terjadi perlambatan ekonomi.

Bagaimana Perbandingannya dengan Kinerja Kuartal I 2025?

Pada kuartal I 2025, SeaBank membukukan laba Rp96,7 miliar dengan total aset Rp37,4 triliun. Kredit saat itu Rp24,71 triliun dan DPK Rp27 triliun. Dalam setahun, seluruh indikator utama tumbuh di atas 33%, menandakan akselerasi bisnis yang konsisten sejak tahun lalu.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top