MANGGARAI — Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bersama Pemerintah Daerah Manggarai dan RYTHM Foundation menggelar Panen Raya Proyek Green Skills di Desa Timbu pada Kamis (21/5/2026). Acara ini menjadi puncak perayaan satu tahun program yang bertujuan mengubah wajah pertanian di perdesaan.
Proyek yang didanai penuh oleh RYTHM Foundation dengan dukungan Plan International Hong Kong ini tidak sekadar pelatihan biasa. Program ini menjawab tiga masalah akut di pedesaan Manggarai: degradasi lingkungan akibat praktik pertanian konvensional, ketimpangan gender, serta tingginya angka pengangguran dan urbanisasi pemuda.
Selama setahun terakhir, 209 petani muda dari 11 kelompok di enam desa mendapatkan pelatihan teknis pertanian cerdas iklim (Climate-Smart Agriculture/CSA). Mereka tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga keterampilan hijau lanjutan termasuk pemasaran dan akses permodalan.
Hasilnya, para petani muda kini mampu memproduksi dan memasarkan hasil hortikultura secara mandiri. "Kelompok pemuda ini mampu memperoleh pendapatan hingga Rp40 juta per panen, tergantung pada jenis dan skala budidaya," demikian tertuang dalam laporan kegiatan yang diterima media.
Untuk memastikan keberlanjutan program, proyek ini membentuk Komite Green Skills yang beranggotakan perwakilan pemuda, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lokal. Dari total peserta, sebanyak 43 pemuda terpilih sebagai youth champions.
Mereka berperan sebagai penggerak, mentor sebaya, dan agen perubahan yang mendorong praktik pertanian berkelanjutan di komunitas masing-masing. Model ini dirancang agar pengetahuan tidak berhenti di satu generasi peserta, melainkan terus menyebar ke pemuda desa lainnya.
Kabupaten Manggarai selama ini menghadapi tekanan lingkungan akibat pola tanam konvensional yang menguras kesuburan tanah. Ditambah minimnya lapangan kerja, banyak pemuda memilih merantau ke kota besar seperti Kupang atau bahkan luar NTT.
Proyek Green Skills menawarkan jalan keluar dengan membekali pemuda keterampilan bertani yang adaptif terhadap perubahan iklim sekaligus menguntungkan secara ekonomi. Panen Raya kali ini menjadi bukti nyata bahwa pertanian bisa menjadi pilihan karier yang menjanjikan bagi generasi muda, bukan sekadar pekerjaan sisa.