KUPANG — Ribuan sapi asal NTT yang menjadi primadona di pasar hewan kurban antar-pulau harus melewati serangkaian tes kesehatan ketat sebelum dikirim. Pemeriksaan meliputi kondisi mulut, hidung, dan mata, serta pengambilan sampel darah untuk diuji di laboratorium.
Hanya sapi yang dinyatakan sehat dan bebas PMK yang akan mendapatkan sertifikat sehat sebagai kelengkapan dokumen pengiriman. Langkah ini diambil untuk menjaga kepercayaan pembeli di luar NTT.
Data Balai Karantina mencatat, sejak awal Januari 2026, NTT telah mengirimkan lebih dari 23 ribu ekor sapi. Hewan-hewan tersebut dikirim ke sejumlah pulau besar, seperti Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.
Sapi asal provinsi kepulauan ini dikenal memiliki bobot ideal dan kesehatan yang terjamin. Faktor ini menjadi daya tarik utama bagi pedagang dan panitia kurban di luar daerah, terutama menjelang Iduladha.
Pemeriksaan yang diperketat ini sekaligus menjadi jaminan bagi konsumen bahwa hewan kurban yang tiba di tujuan telah memenuhi standar kesehatan. Balai Karantina memastikan seluruh sapi yang dikirim telah mengantongi sertifikat bebas PMK.