NUSA TENGGARA TIMUR — Langkah iBox menghadirkan MacBook Neo dengan banderol di bawah Rp10 juta menandai pergeseran peta persaingan laptop di pasar domestik. Selama ini, ekosistem laptop Apple identik dengan harga premium yang sulit dijangkau oleh pengguna kelas menengah atau pelajar. Melalui model terbaru ini, iBox berupaya memperluas basis pengguna dengan menawarkan perangkat yang menggabungkan efisiensi daya tinggi dan desain portabel.
MacBook Neo diposisikan sebagai solusi bagi mereka yang membutuhkan reliabilitas macOS tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Strategi harga ini diprediksi akan mengubah preferensi konsumen yang selama ini terjebak pada pilihan laptop berbasis Windows di rentang harga serupa.
Kehadiran MacBook Neo di harga Rp9,9 juta menjadi sinyal kuat ekspansi Apple ke segmen yang lebih luas. Segmen ini biasanya didominasi oleh laptop tipis (thin-and-light) yang digunakan untuk produktivitas harian dan hiburan digital. iBox menargetkan perangkat ini untuk mahasiswa, kreator konten pemula, hingga pekerja dengan mobilitas tinggi (hybrid workers).
Dengan material aluminium yang tetap dipertahankan, laptop ini menawarkan durabilitas lebih baik dibandingkan perangkat berbahan polikarbonat yang umum ditemukan di kelas harga yang sama. iBox menekankan bahwa MacBook Neo dirancang untuk mobilitas pengguna modern yang membutuhkan perangkat ringkas namun tetap memiliki estetika premium.
Dapur pacu MacBook Neo mengandalkan arsitektur Apple Silicon yang mengintegrasikan CPU, GPU, dan Neural Engine dalam satu paket system-on-chip. Teknologi ini memungkinkan optimasi performa yang lebih rapat antara perangkat keras dan sistem operasi macOS, terutama setelah Apple sepenuhnya beralih dari prosesor Intel.
“MacBook Neo dirancang untuk mendukung kebutuhan produktivitas harian, hiburan digital, hingga aktivitas mobile pengguna modern yang membutuhkan perangkat ringkas dengan efisiensi daya tinggi,” tulis manajemen iBox dalam keterangan resminya.
Layar Liquid Retina 13 inci menjadi fitur unggulan untuk menunjang pekerjaan visual. Panel ini mampu menampilkan akurasi warna tajam dan tingkat detail tinggi, sebuah standar yang biasanya menjadi diferensiasi utama Apple dibanding kompetitor di pasar laptop kelas menengah.
Sistem pemesanan awal atau pre-order akan dibuka mulai 15 Mei 2026. Konsumen di Indonesia dapat mengakses produk ini melalui 210 gerai fisik iBox yang tersebar di berbagai kota, memberikan keuntungan dalam hal jangkauan layanan purna jual resmi di pasar domestik.
Fakta Singkat MacBook Neo:
Strategi distribusi yang masif ini memperkuat posisi iBox sebagai mitra ritel utama Apple di Indonesia. Dengan ketersediaan unit yang tersebar luas, penetrasi perangkat komputasi Apple diharapkan tumbuh signifikan, terutama pada kategori laptop ringan yang permintaannya terus meningkat di Indonesia.