KUPANG — Rapat panitia yang digelar di Aula Paroki Santo Fransiskus Asisi Kolhua, Jumat (15/5/2026), memaparkan strategi pendanaan yang mengandalkan partisipasi akar rumput. Koordinator SMGM Keuskupan Agung Kupang, Adrianus Ceme, menjelaskan bahwa dana dari cabang-cabang lokal akan dikelola bendahara internal di Kupang, sementara sumbangan dari cabang SMGM di luar negeri masuk ke rekening panitia pusat.
"Semua dana dari cabang-cabang di Keuskupan Agung Kupang, baik melalui gerakan seribu maupun proposal panitia, akan dikirim dan dikelola bendahara panitia internal di Kupang," ujar Adri dalam rapat tersebut.
Moderator SMGM Keuskupan Agung Kupang, RD Longginus Bone, mengingatkan agar persoalan keuangan tidak menjadi beban yang melemahkan semangat pelayanan. Ia mencontohkan Munas empat tahun lalu yang dipersiapkan secara sederhana, namun kebutuhan konsumsi dan logistik tercukupi karena banyak pihak datang membantu dengan tulus.
"Pada Munas empat tahun lalu, persiapan dilakukan secara sederhana, tetapi kebutuhan konsumsi dan dukungan lainnya tercukupi karena banyak pihak datang membantu dengan hati," kata Romo Dus, sapaan akrabnya.
Penasehat Umum SMGM, Bele Antonius, menegaskan bahwa panitia tidak perlu terbebani oleh besaran anggaran. Menurutnya, kehadiran anggota SMGM dalam Munas didorong oleh semangat perjumpaan iman, bukan sekadar kegiatan rekreasi yang membutuhkan dana besar.
"Yang paling penting adalah memastikan misi iman dalam Munas ini dapat berjalan lancar dan sukses," ujarnya.
Rapat yang dihadiri lebih dari 50 anggota panitia itu turut membahas strategi penggalangan dukungan. Selain gerakan seribu rupiah dan proposal, panitia juga membuka ruang partisipasi bagi donatur dan sukarelawan untuk terlibat langsung dalam menyukseskan agenda nasional dan internasional tersebut.
Munas Internasional SMGM IV dijadwalkan berlangsung pada 2027. Panitia optimistis semangat solidaritas umat akan menjadi kekuatan utama pendanaan, menggantikan ketergantungan pada satu sumber anggaran tunggal.