17 Pemuda GMIT Efata Bello Diteguhkan Jadi Anggota Sidi Baru, Pendeta Ingatkan Tanggung Jawab di Masyarakat

Penulis: Endra Sanjaya  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 20:08:01 WIB
pemuda GMIT Efata Bello resmi diteguhkan sebagai anggota sidi dalam ibadah Kenaikan Tuhan Yesus Kristus.

KUPANG — Ibadah perayaan Kenaikan Tuhan Yesus Kristus di GMIT Efata Bello, Kamis (14/5/2026), menjadi momen istimewa bagi 17 pemuda dan pemudi jemaat. Mereka diteguhkan sebagai anggota sidi baru dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat.

Ketua Majelis Jemaat GMIT Efata Bello, Pendeta Yunita Elisabeth Ratu Lobo Abola, M.Th., memimpin langsung ibadah peneguhan tersebut. Dalam khotbahnya, ia menekankan bahwa status sidi bukan sekadar pengakuan iman di dalam gereja.

Tanggung Jawab di Luar Gereja

Menurut Pendeta Yunita, menjadi anggota sidi berarti siap memikul tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyebut tiga lingkaran utama tempat para pemuda ini harus menjadi teladan: keluarga, gereja, dan masyarakat.

"Menjadi sidi baru bukan hanya soal pengakuan iman di gereja, tetapi juga kesiapan untuk bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, baik di keluarga, gereja, maupun masyarakat," ujar Yunita dalam khotbahnya.

Ia juga mengingatkan agar para anggota sidi baru mampu mempertahankan nilai-nilai kekristenan di tengah derasnya arus perkembangan zaman. Tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini, kata dia, membutuhkan fondasi iman yang kokoh.

Pembinaan Karakter Selama Setahun Penuh

Koordinator Rayon I GMIT Efata Bello, Otniel Bistolen, mengungkapkan bahwa peneguhan ini bukanlah proses instan. Para peserta telah melalui tahapan pra-katekisasi dan katekisasi selama kurang lebih satu tahun sebelum akhirnya dinyatakan siap.

"Selama kurang lebih satu tahun mereka dibina melalui pra-katekisasi dan katekisasi agar benar-benar memahami makna iman, pelayanan, dan tanggung jawab sebagai anggota gereja. Hari ini mereka diteguhkan setelah dinilai siap secara rohani maupun dalam pemahaman iman," jelas Otniel.

Proses pembinaan itu tidak hanya berfokus pada pemahaman ajaran gereja. Otniel menambahkan, pembentukan karakter, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab dalam kehidupan bergereja juga menjadi bagian penting dari kurikulum pembinaan.

Kesaksian Anggota Sidi Baru

Salah satu anggota sidi baru, Niken Tuan, mengaku bersyukur bisa mengikuti peneguhan tersebut. Ia menyebut momen itu sebagai pengalaman iman yang berharga dalam perjalanan hidupnya.

"Pengukuhan sidi ini menjadi awal bagi saya untuk lebih aktif melayani dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Saya juga ingin menjadi pribadi yang lebih baik dan dapat memberi teladan bagi teman-teman sebaya," ujar Niken.

Ibadah peneguhan berlangsung dalam suasana penuh sukacita. Selain prosesi sidi, jemaat GMIT Efata Bello juga merayakan Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus melalui pujian dan doa bersama yang dihadiri keluarga para anggota sidi baru.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: flobamora-spot.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top