Pencarian

Handheld Gaming PC Terbaik 2026: ROG Xbox Ally X, Legion Go S, dan MSI Claw 8 EX AI+ Bersaing Sengit

Senin, 17 Agustus 2026 • 14:13:01 WIB
Handheld Gaming PC Terbaik 2026: ROG Xbox Ally X, Legion Go S, dan MSI Claw 8 EX AI+ Bersaing Sengit
Asus ROG Xbox Ally X tampil sebagai handheld tercepat dalam pengujian tim redaksi dengan dukungan Xbox Full Screen Experience.

NUSA TENGGARA TIMUR — Kenaikan harga Steam Deck yang dilakukan Valve awal tahun ini mengubah peta persaingan handheld gaming PC secara drastis. Asus ROG Xbox Ally versi dasar yang sebelumnya dianggap mahal di harga USD 599 (sekitar Rp 9,6 juta) kini justru menjadi pilihan budget paling menarik.

Kondisi ini diperparah dengan krisis RAM global yang membuat harga komponen melonjak. MSI Claw 8 EX AI+ misalnya, harus dibanderol USD 1.799 (sekitar Rp 28,9 juta) — hampir dua kali lipat harga pendahulunya yang hanya USD 1.000.

ROG Xbox Ally X: Kolaborasi Microsoft dan Asus yang Sukses

Asus ROG Xbox Ally X menjadi handheld tercepat yang pernah diuji tim redaksi, dengan kemampuan mencapai 44fps di Cyberpunk 2077 pada setting high dan upscaling Quality. Saat daya dicabut dan berpindah ke mode 17W, performanya masih stabil di 30-35fps kecuali di area berat seperti Dogtown.

Keunggulan utama perangkat ini ada pada Xbox Full Screen Experience yang baru. Sistem ini booting langsung ke tampilan penuh aplikasi Xbox, memungkinkan pemain menginstal Steam, GOG, dan Epic Games Store tanpa harus bersentuhan dengan desktop Windows. Meski masih butuh polesan, navigasi Steam dengan controller sudah terasa mulus.

Dengan harga USD 999 (sekitar Rp 16 juta), perangkat ini jelas bukan barang murah. Tapi untuk gamer yang mengandalkan Xbox Game Pass dan Steam, pengalaman yang ditawarkan sebanding dengan uang yang dikeluarkan.

Lenovo Legion Go S: SteamOS di Hardware Lebih Ganas

Setelah kegagalan peluncuran pertama dengan prosesor Z2 Go yang lemah, Lenovo kembali dengan konfigurasi Z1 Extreme dan SteamOS bawaan. Hasilnya? Handheld ini mengalahkan ROG Ally X hingga 9% di benchmark sintetis.

Di harga USD 829 (sekitar Rp 13,3 juta), pemain bisa menikmati Baldur's Gate 3 di 60fps stabil — sesuatu yang mustahil dilakukan di Steam Deck. Layar LCD 1200p-nya juga salah satu yang terbaik di kelasnya, membuktikan OLED bukan satu-satunya jalan menuju kualitas gambar memukau.

Dengan desain membulat dan tekstur anti-slip, perangkat ini nyaman digenggam untuk sesi gaming panjang meski ukurannya termasuk yang terbesar di kelasnya.

MSI Claw 8 EX AI+: Monster Performa dengan Harga Selangit

MSI Claw 8 EX AI+ membawa chip Intel Arc G3 Extreme yang menghancurkan dominasi AMD. Handheld ini mampu menembus 55% lebih cepat dari Lenovo Legion Go 2 yang baru rilis 8 bulan sebelumnya. Untuk pertama kalinya, pemain bisa menaikkan setting game AAA seperti Crimson Desert dan Cyberpunk 2077 tanpa khawatir frame rate jeblok.

Fitur multi-frame generation hingga 4x juga tersedia, memanfaatkan layar 120Hz bawaan. Tapi catatan penting: fitur ini sebaiknya hanya dipakai saat frame rate dasar sudah di angka 30-40fps.

Sayangnya, layar LCD 8 inci yang sama dengan generasi sebelumnya terasa kurang mewah untuk harga USD 1.799. Pemain dengan tangan kecil juga akan kesulitan menjangkau tombol menu di sisi layar.

Legion Go 2: Pilihan Premium dengan OLED

Lenovo Legion Go 2 hadir dengan layar OLED 144Hz yang memukau, resolusi diturunkan ke 1920x1200 dari 2560x1600 — keputusan yang masuk akal karena hardware generasi sebelumnya kesulitan mendorong resolusi tinggi. Performanya 10-20% lebih cepat dari Z1 Extreme.

Masalahnya, harga. Konfigurasi dasar USD 1.099 (sekitar Rp 17,7 juta) hanya membawa APU Z2 biasa dengan RAM 16GB. Untuk menikmati OLED ini secara maksimal, pemain harus merogoh kocek USD 1.349 (sekitar Rp 21,7 juta) untuk varian Z2 Extreme dengan RAM 32GB.

Di harga segitu, pemain sudah bisa membeli gaming laptop yang jauh lebih bertenaga. Tapi untuk yang mengutamakan portabilitas dan kualitas layar, Legion Go 2 tetap punya daya tarik tersendiri.

ROG Xbox Ally Dasar: Raja Budget dengan Catatan

Di harga USD 599, ROG Xbox Ally versi putih menjadi pilihan paling masuk akal di tengah kenaikan harga Steam Deck. Performanya sebanding dengan handheld Valve, tapi dengan Windows yang masih bermasalah — beberapa kali tim redaksi mengalami freeze saat membuka banyak aplikasi bersamaan.

Baterainya bertahan sekitar 2 jam 31 menit saat main Cyberpunk 2077 di mode 15W, standar untuk kelasnya. Solusi terbaik untuk masalah Windows ini adalah menginstal Bazzite atau SteamOS, yang akan mengubah perangkat ini menjadi mesin gaming yang jauh lebih stabil.

MSI Claw A8: Menjanjikan Tapi Belum Layak

MSI Claw A8 dengan Z2 Extreme mencatat rekor baterai terpanjang — hampir 3 jam di Cyberpunk 2077. Sayangnya, software MSI yang belum matang dan harga £850 (sekitar Rp 17,4 juta) membuatnya sulit direkomendasikan dibanding kompetitor dengan harga serupa.

Untuk gamer Indonesia, menunggu peluncuran resmi di pasar Asia Tenggara mungkin langkah bijak — harga bisa turun signifikan dari estimasi USD 1.145 saat ini.

Kapan Steam Deck 2 Rilis?

Valve masih bungkam soal penerus Steam Deck. Pihaknya berulang kali menegaskan sedang menunggu lompatan generasi yang signifikan sebelum merilis sequel. Dengan krisis RAM yang masih berlangsung, kemungkinan besar Steam Deck 2 baru akan muncul tahun depan atau lebih — saat komponen sudah lebih terjangkau.

Buat yang sudah tidak sabar, opsi terbaik saat ini adalah ROG Xbox Ally X untuk performa maksimal, Legion Go S untuk pengalaman SteamOS yang lebih baik, atau ROG Xbox Ally dasar untuk yang budget-nya terbatas.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ign.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks