NUSA TENGGARA TIMUR — Kebijakan Sony untuk mematikan total media fisik PlayStation pada awal 2028 mulai menuai respons dari pelaku industri. Jacob Navok, mantan Director of Business Development Square Enix yang kini menjabat CEO Genvid, menilai langkah ini justru akan menguntungkan konsumen dari sisi harga.
Menurut Navok, persaingan antar-publisher adalah kunci utama yang mendorong penurunan harga game digital, bukan persaingan antar-toko seperti Steam melawan Epic Games Store. Sebab, publisher yang menentukan patokan harga di storefront digital, bukan platformnya.
Penyebab Harga Game Digital Bisa Turun
Navok menjelaskan bahwa kompetisi antara Steam dan Epic Games Store selama ini lebih banyak berdampak pada persentase potongan pendapatan developer, bukan harga akhir yang dibayar pemain. Ketika sebuah judul bersaing langsung dengan judul lain di storefront yang sama, tekanan harga baru terasa nyata.
Dia mencontohkan grafik penurunan harga Final Fantasy 16 di Steam yang merosot perlahan seiring waktu sebagai bukti tekanan kompetitif tersebut bekerja. Semakin banyak game sejenis yang rilis, semakin agresif publisher menurunkan harga agar tetap dilirik.
"Semakin PlayStation Store menjadi digital-only, tren ini akan semakin cepat. Kamu akan melihat lebih banyak penjualan dan dynamic pricing ala Steam karena publisher akan bersaing lebih ketat di antara mereka sendiri," kata Navok di akun X/Twitter-nya.
Dampak Kebijakan bagi Pemain di Indonesia
Bagi gamer Indonesia yang mayoritas mengandalkan top-up PSN wallet, kabar ini punya dua sisi. Sisi positifnya, potensi penurunan harga dan makin seringnya sale bisa membuat game AAA lebih terjangkau tanpa harus menunggu diskon besar tahunan.
Sisi negatifnya, kekhawatiran soal hak kepemilikan digital tetap mengemuka. Tanpa opsi fisik, pemain tidak punya pilihan untuk menjual kembali game bekas atau sekadar memajang koleksi di rak. Bagi sebagian komunitas, kepemilikan digital dianggap kurang aman karena bergantung penuh pada server Sony.
Kronologi dan Implementasi di PS5
Sony mengumumkan kebijakan ini pada 1 Juli. Semua rilis game mulai Januari 2028 akan digital-only, termasuk opsi code-in-the-box di ritel. Ketentuan ini berlaku untuk seluruh game yang rilis di PlayStation, tidak hanya judul buatan Sony Interactive Entertainment.
Sebagai bentuk sosialisasi, Sony kini menambahkan pemberitahuan pada konsol PS5 edisi disc drive yang baru terjual. Notifikasi tersebut mengingatkan pengguna bahwa dukungan media fisik akan dihentikan pada awal 2028, sekaligus menegaskan bahwa perusahaan tidak berniat mundur dari keputusan kontroversial ini.
Meski begitu, apakah penurunan harga akan cukup mengompensasi hilangnya opsi fisik masih menjadi perdebatan. Banyak pemain tetap menginginkan opsi membeli game dalam bentuk disc, terutama untuk judul-judul yang mereka anggap layak dikoleksi. Keputusan ini kini menunggu bagaimana pasar merespons dalam dua tahun ke depan.