Pencarian

Indonesia Tawarkan Hilirisasi ke Azerbaijan, Investasi Masih Minim

Selasa, 27 Oktober 2026 • 08:04:31 WIB
Indonesia Tawarkan Hilirisasi ke Azerbaijan, Investasi Masih Minim
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu menawarkan peluang investasi sektor hilirisasi kepada Azerbaijan dalam pertemuan bilateral di Baku.

NUSA TENGGARA TIMUR — Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu menawarkan peluang investasi di sektor hilirisasi kepada Azerbaijan dalam pertemuan bilateral di Baku. Penawaran itu mencakup energi, industri pengolahan, hingga infrastruktur, meski realisasi modal Azerbaijan di Indonesia masih tergolong kecil.

Pertemuan berlangsung Senin (26/10/2026) antara Todotua dan Wakil Menteri Ekonomi Azerbaijan Azer Bayramov. Kedua pihak membahas perluasan kerja sama ekspor-impor sekaligus penguatan penanaman modal.

Dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (27/10/2026), Todotua menyebut Indonesia sedang memprioritaskan peningkatan nilai tambah sumber daya alam lewat hilirisasi. Kebijakan itu disebutnya sebagai upaya memperkuat kapasitas industri domestik demi menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Hilirisasi Jadi Pintu Masuk Investasi Azerbaijan

Pemerintah menempatkan hilirisasi sebagai sektor utama yang ditawarkan kepada investor Azerbaijan. Todotua menilai kedua negara memiliki potensi ekonomi yang saling mendukung, sehingga kerja sama tidak cukup berhenti pada perdagangan komoditas.

"Kami melihat hal ini sebagai peluang untuk memperkuat kerja sama, mengingat kedua negara memiliki potensi ekonomi yang saling mendukung," ujar Todotua dalam keterangan resmi.

Ia berharap kemitraan tersebut diwujudkan lewat proyek-proyek konkret yang memberi nilai tambah bagi perekonomian kedua negara. Arah pembicaraan mencakup sektor energi, industri pengolahan, dan infrastruktur.

Realisasi Modal Azerbaijan Masih Terbatas

Meski tawaran disampaikan, nilai investasi Azerbaijan yang masuk ke Indonesia sejauh ini masih relatif terbatas. Pemerintah tidak merinci angka realisasi investasi maupun target nominal dari pertemuan tersebut.

Kondisi itu menjadikan pertemuan di Baku sebagai tahap penjajakan, bukan penandatanganan komitmen investasi. Belum ada proyek spesifik yang disebut akan dibangun maupun nilai deal yang disepakati kedua pihak.

Bagi pelaku usaha, arah kebijakan hilirisasi tetap menjadi acuan utama dalam menyusun rencana ekspansi. Sektor energi dan industri pengolahan disebut sebagai area yang paling terbuka untuk masuknya modal asing.

Pemetaan Proyek Jadi Langkah Berikutnya

Todotua dan Azer Bayramov sepakat memperkuat komunikasi serta koordinasi lintas instansi. Langkah itu ditempuh agar pemetaan proyek potensial bisa berjalan cepat dan berujung pada realisasi modal.

Koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci karena investasi di sektor hilirisasi umumnya menyentuh perizinan, lahan, dan pasokan bahan baku. Tanpa pemetaan yang rapi, tawaran investasi berisiko berhenti di tahap diskusi.

Pemerintah belum membeberkan jadwal lanjutan pertemuan maupun daftar proyek yang akan dibahas. Kerja sama perdagangan tetap berjalan paralel dengan pembahasan investasi, terutama untuk komoditas yang selama ini menjadi andalan ekspor Indonesia.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks