ALOR — Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB Fasi, Arya Sidharta, memimpin langsung peninjauan lokasi bersama tim di Alor. Sejumlah titik sudah dikunjungi, termasuk lapangan mini di GOR Batu Nirwala dan area bandara. Hasil evaluasi belum diputuskan karena masih dalam pembahasan lanjutan.
Dari beberapa lokasi yang diperiksa, area bandara dipastikan tidak bisa dipakai. Jaraknya terlalu dekat dengan laut sehingga membahayakan peralatan yang dilombakan.
Mengapa Bandara Alor Tidak Bisa Dipakai
Arya menjelaskan bahwa risiko utama di bandara adalah pesawat aeromodeling yang jatuh ke laut. Kondisi itu bisa merusak alat sekaligus mengganggu jalannya pertandingan.
"Nanti atletnya protes karena pesawatnya rusak tidak bisa main," ujar Arya saat ditemui di Alor, Jumat.
Dari kunjungan tersebut, PB Fasi menyimpulkan hanya satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemda Alor. Yakni memperluas lokasi yang akan dipakai untuk cabang olahraga aeromodeling.
Alor Hanya Dapat Satu Cabang, Tidak Akan Dipindah
Arya memastikan Alor hanya dipercaya menggelar satu cabang olahraga dalam PON 2028. Karena itu, aeromodeling tidak akan dipindahkan ke daerah lain.
"Kita sudah kunjungi beberapa tempat untuk kita evaluasi. Untuk hasil peninjauan belum bisa saya sampaikan di sini, karena masih ada diskusi lebih lanjut," kata Arya.
Sejumlah lokasi yang sempat dilihat antara lain lapangan mini di GOR Batu Nirwala. Tim juga menyisir beberapa titik lain sebelum mengambil keputusan akhir.
KONI Alor: Kami Siap Jadi Tuan Rumah
Ketua KONI harian Alor, Obet Bolang, menegaskan pemerintah daerah siap menerima tanggung jawab sebagai tuan rumah. Sejak pagi, ia bersama Bupati dan Wakil Bupati Alor turut memantau calon venue.
"Pemda Alor bersama KONI dan masyarakat Alor, kita akan siap menjadi tuan rumah PON 2028 untuk cabang olahraga aeromodeling," ujar Obet.
Obet meminta dukungan semua pihak agar penyelenggaraan berjalan lancar. Venue dan seluruh rangkaian kegiatan PON di Alor dipastikan siap dilaksanakan.