NUSA TENGGARA TIMUR — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melepas ekspor bawang merah Brebes ke Thailand dari fasilitas Controlled Atmosphere Storage (CAS). Langkah ini diambil setelah produksi dalam negeri dinilai mampu memenuhi kebutuhan nasional, sehingga pemerintah mendorong perluasan pasar ke luar negeri. Brebes sendiri menyumbang sekitar 20 persen produksi bawang merah nasional.
Pelepasan ekspor berlangsung pada Sabtu (12/9) dari fasilitas penyimpanan atmosfer terkendali atau Controlled Atmosphere Storage (CAS) di Brebes, Jawa Tengah. Menko Pangan menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan domestik menjadi syarat utama sebelum mendorong ekspor.
"Kita bersyukur kebutuhan bawang merah dalam negeri sudah terpenuhi. Sekarang kita dorong agar produksi terus meningkat sehingga petani mendapatkan pasar yang lebih luas dan harga yang lebih baik, termasuk pasar ekspor," ujar Zulkifli Hasan.
Brebes Pemasok Utama Bawang Merah Nasional
Brebes merupakan salah satu sentra utama bawang merah nasional. Kabupaten ini menyumbang sekitar 20 persen produksi bawang merah nasional dan 60 persen produksi Jawa Tengah.
Luas tanam rutin di Brebes mencapai 30.000-35.000 hektare dengan produksi sekitar 300.000-350.000 ton per tahun. Selain Thailand, bawang merah Brebes telah menembus pasar Vietnam, Malaysia, dan Singapura.
Pemerintah Jaga Keseimbangan Harga dan Ketersediaan
Pemerintah akan terus menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan stabilitas harga di dalam negeri dengan perluasan pasar ekspor. Penguatan produksi juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
"Jangan sampai petani sudah produksi banyak, tetapi pasarnya tidak ada. Karena itu pemerintah hadir memastikan ada pasar, baik di dalam negeri maupun luar negeri," katanya.
Menko Pangan juga mendorong penyerapan bawang merah produksi petani untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah ini diharapkan memperkuat pasar domestik sekaligus menyerap hasil panen petani.
Perbenihan dan Produktivitas Jadi Fokus Berikutnya
Ke depan, pemerintah akan memperkuat perbenihan dan produktivitas, termasuk mengurangi ketergantungan pada bibit impor. Tujuannya menghasilkan bawang merah kualitas ekspor yang lebih kompetitif.
Melalui penguatan produksi, pasar, dan tata kelola, bawang merah Brebes diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga komoditas pertanian Indonesia yang semakin kuat di pasar global.