Pencarian

Gurun Atacama Chile Berubah Jadi Lautan Bunga Usai Hujan El Nino

Jumat, 25 September 2026 • 20:33:01 WIB
Gurun Atacama Chile Berubah Jadi Lautan Bunga Usai Hujan El Nino
Hamparan bunga ungu dan putih menutupi Gurun Atacama, Chile, setelah curah hujan tinggi yang dipicu fenomena El Nino.

NUSA TENGGARA TIMUR — Gurun Atacama di Chile utara berubah menjadi hamparan bunga ungu dan putih setelah curah hujan lebat yang dipicu fenomena El Nino. Conaf memperkirakan sekitar 15.000 hektare lahan akan tertutup bunga dengan puncak mekar pada Oktober. Fenomena "gurun berbunga" ini menarik wisatawan ke salah satu tempat terkering di Bumi.

Di bawah permukaan Gurun Atacama, benih dan umbi dari sekitar 200 spesies tanaman tertidur selama bertahun-tahun, menunggu kondisi yang tepat untuk berkecambah. Hujan yang berkaitan dengan El Nino tahun ini membangunkan jutaan benih tersebut sekaligus, mengubah lanskap gurun menjadi lautan bunga berwarna ungu dan putih.

Curah hujan musim ini tercatat sangat tinggi. Di beberapa daerah, curah hujan melampaui 180 milimeter, angka yang belum pernah tercatat sebelumnya di wilayah tersebut.

Rekor Curah Hujan di Atacama

Cesar Pizarro, manajer keanekaragaman hayati Atacama di Perusahaan Kehutanan Nasional Chile (Conaf), menyebut curah hujan tahun ini di luar kebiasaan.

"Jumlah yang belum pernah tercatat sebelumnya," ujar Pizarro, dikutip dari Euro News.

Air hujan meresap lebih dalam ke pasir dibanding biasanya, mendorong pertumbuhan vegetasi di cagar alam yang terletak sekitar 800 kilometer sebelah utara Santiago. Kedalaman resapan ini menjadi kunci mengapa benih yang selama ini dorman bisa berkecambah serentak.

Puncak Mekar Diperkirakan Oktober

Conaf memperkirakan pemandangan ini akan mencapai puncaknya pada bulan Oktober. Badan tersebut memproyeksikan sekitar 15.000 hektare lahan akan tertutup hamparan bunga pada periode tersebut.

Fenomena ini menarik banyak pengunjung yang singgah untuk memotret pemandangan langka tersebut. Gurun Atacama dikenal sebagai salah satu tempat terkering di Bumi, sehingga momen berbunga seperti ini tidak terjadi setiap tahun.

El Nino dan Cuaca Ekstrem

Bunga-bunga yang bermekaran ini muncul setelah periode curah hujan tinggi yang dipicu El Nino, fenomena iklim yang ditandai menghangatnya suhu permukaan laut di wilayah ekuator Pasifik tengah dan timur. Pemanasan ini mengganggu pola angin dan curah hujan di berbagai belahan dunia serta memicu peristiwa cuaca ekstrem.

Siklus El Nino kali ini diprediksi menjadi yang paling kuat sejak pencatatan dimulai empat dekade lalu. Dampaknya tidak selalu positif. Hujan yang melanda Chile pada Juli lalu menewaskan sedikitnya 13 orang dan menghancurkan atau merusak sekitar 4.000 rumah.

Bagi wisatawan dan pelaku industri pariwisata setempat, jendela waktu mekar ini menjadi peluang terbatas. Puncak fenomena diperkirakan hanya berlangsung beberapa pekan sebelum vegetasi kembali mengering seiring berakhirnya musim hujan.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks