Pencarian

Polres Manggarai Beri Terapi Kesehatan Mental Massal ke Warga Binaan Rutan Ruteng, Satu Narapidana Sembuh dari Fobia Jarum Suntik

Jumat, 26 Juni 2026 • 22:05:17 WIB
Polres Manggarai Beri Terapi Kesehatan Mental Massal ke Warga Binaan Rutan Ruteng, Satu Narapidana Sembuh dari Fobia Jarum Suntik
Personel Polres Manggarai memberikan terapi kesehatan mental massal kepada warga binaan Rutan Ruteng.

RUTENG — Seorang warga binaan bernama Siprianus mengaku tidak lagi merasa takut terhadap jarum suntik setelah mengikuti terapi USEFT. Personel Polres Manggarai bahkan melakukan simulasi dengan menyuntikkan jarum ke tangannya, dan Siprianus tampak tenang tanpa menunjukkan rasa takut seperti sebelumnya.

Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Polres Manggarai, Orlando menjelaskan, kegiatan ini merupakan program langsung dari Kapolda Nusa Tenggara Timur. Tujuannya sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi kesehatan psikologis masyarakat maupun anggota kepolisian.

"Kami akan sosialisasikan kepada masyarakat maupun yayasan-yayasan yang membutuhkan ini. Kami akan datangkan semua di situ," ungkapnya.

Enam Tahap Terapi untuk Melepas Emosi Negatif

Martine, petugas Sidokkes Polres Manggarai menyebut, USEFT telah dikembangkan Institut SBMS atau The Source Body, Mind, Soul pada tahun 2010. Metode ini berorientasi pada sistem energi tubuh untuk membantu mengatasi kecemasan, depresi, nyeri, stres, hingga gangguan stres pascatrauma.

Dalam pelaksanaannya, terapi dilakukan melalui enam tahapan. Mulai dari kualifikasi, latihan titik sore spot dan 17 tapping, pelepasan emosi negatif, pemeriksaan hasil terapi, pemberian energi positif, hingga penguncian emosi positif.

"Biasanya di titik sore spot kita lakukan pelepasan emosi negatifnya sebanyak tiga kali. Habis itu, setelah itu kita cek hasil dari terapi. Setelah itu kita masukkan energi positifnya. Nah, pada tahap yang terakhir itu look and selling, jadi kita kunci emosi positif tersebut," ucap Martine.

Bukan Kegiatan Musiman, Target Sosialisasi ke Sekolah dan Gereja

Orlando menegaskan, program ini tidak sekadar kegiatan musiman. Polres Manggarai berencana menjadikannya agenda rutin yang berkelanjutan dengan menyasar warga binaan agar memperoleh pemulihan psikologis optimal sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.

Ke depan, sosialisasi terapi USEFT akan diperluas dengan melibatkan berbagai yayasan, sekolah, pesantren, gereja, hingga kelompok masyarakat lainnya. Targetnya menciptakan lingkungan Manggarai yang aman, kondusif, dan sehat secara mental.

Martine menambahkan, terapi USEFT dilaksanakan dalam empat periode. Namun dalam banyak kasus, satu kali terapi sudah memberikan dampak signifikan apabila peserta benar-benar berniat melepaskan emosi negatif yang dirasakan.

Bagikan
Sumber: ekorantt.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks