NUSA TENGGARA TIMUR — Pertandingan yang digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, berjalan sengit sejak menit awal. Haiti tampil percaya diri dan beberapa kali mengancam pertahanan Maroko, namun penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka gagal memanfaatkan peluang emas. Maroko, di sisi lain, kesulitan menembus rapatnya barisan belakang Haiti.
Dua Gol Penghujung Laga yang Menghancurkan Perlawanan
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-84. Soufiane Rahimi menjadi pemecah kebuntuan setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Haiti. Bola hasil sepak pojok gagal diantisipasi dengan sempurna oleh pertahanan Haiti, dan Rahimi dengan tenang menyontek bola ke dalam gawang.
Haiti yang mencoba bangkit justru kebobolan lagi tiga menit berselang. Gessime Yassine menggandakan keunggulan Maroko lewat tendangan keras dari dalam kotak penalti. Gol ini sekaligus memastikan kemenangan tim asuhan Walid Regragui.
Perjuangan Haiti yang Belum Terbayar
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Haiti yang tampil impresif sepanjang laga. Mereka bahkan mencatatkan penguasaan bola yang cukup berimbang, namun gagal mengonversi peluang menjadi gol. Pelatih Haiti, Gabriel Calderon, mengakui timnya layak mendapatkan hasil yang lebih baik.
"Pertandingan yang sulit. Kami bermain baik, menciptakan peluang, tapi sepak bola menghukum kesalahan di menit-menit akhir. Para pemain sudah berjuang luar biasa," ujar Calderon seusai pertandingan.
Klasemen Sementara dan Laga Selanjutnya
Dengan hasil ini, Maroko mengoleksi tiga poin dan untuk sementara memuncaki klasemen grup. Mereka akan menjalani laga berikutnya melawan lawan yang belum ditentukan. Sementara itu, Haiti masih belum memiliki poin dan harus segera berbenah jika ingin menjaga asa lolos ke babak selanjutnya. Pertandingan selanjutnya akan menjadi penentu bagi skuad asuhan Calderon untuk bangkit dari keterpurukan.