JAKARTA — IHSG mengawali perdagangan dengan tekanan jual yang cukup signifikan. Level 6.191 yang tercatat saat pembukaan menjadi yang terendah dalam beberapa pekan terakhir, setelah pada penutupan sebelumnya indeks masih bertengger di posisi 6.220.
BI Diprediksi Naikkan Suku Bunga 25 Bps
Tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Langkah ini dinilai sebagai upaya lanjutan untuk memperkuat stabilitas rupiah dan menjaga arus modal asing tetap mengalir masuk ke pasar domestik.
"Kami memproyeksikan BI masih akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen," ujar tim Pilarmas dalam risetnya, Kamis (18/6/2026).
Tekanan Eksternal Masih Tinggi
Selain faktor domestik, ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat juga masih membayangi pasar global. Risiko inflasi impor dan potensi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama di Negeri Paman Sam menjadi tantangan tersendiri bagi negara berkembang, termasuk Indonesia.
Menurut tim analis, selisih imbal hasil yang kompetitif perlu dijaga agar tidak terjadi arus keluar modal berlebihan dari pasar saham dan obligasi domestik. Kenaikan suku bunga dinilai dapat membantu memperkuat kredibilitas kebijakan moneter BI dalam mengendalikan volatilitas nilai tukar.
Dampak ke Sektor Usaha dan Perbankan
Di sisi lain, kebijakan ini berpotensi meningkatkan biaya pendanaan bagi dunia usaha dan menahan laju pertumbuhan kredit perbankan. Sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga, seperti properti, otomotif, dan konsumsi non-primer, diperkirakan akan menghadapi tekanan lebih besar akibat meningkatnya biaya pinjaman dan melemahnya daya beli masyarakat.
Untuk sektor perbankan, dampaknya cenderung beragam. Bank-bank besar berpotensi memperoleh manfaat dari kenaikan margin bunga bersih (NIM), namun pertumbuhan kredit bisa melambat seiring meningkatnya kehati-hatian debitur dalam melakukan ekspansi. Sementara itu, sektor komoditas dan emiten berorientasi ekspor dinilai relatif lebih defensif.
Rentang Support dan Resistance IHSG
Tim Pilarmas memperkirakan IHSG berpotensi melemah dengan support dan resistance pada rentang 6.170 hingga 6.400. Pelaku pasar kini fokus menanti keputusan suku bunga BI yang dijadwalkan diumumkan dalam waktu dekat.