Pencarian

Gubernur NTT Luncurkan NTT Mart dan Gerakan Jam Belajar di Waibakul, Strategi Ganda Atasi Kualitas Pendidikan dan Ciptakan Wirausaha Muda

Rabu, 17 Juni 2026 • 12:13:01 WIB
Gubernur NTT Luncurkan NTT Mart dan Gerakan Jam Belajar di Waibakul, Strategi Ganda Atasi Kualitas Pendidikan dan Ciptakan Wirausaha Muda
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena meresmikan NTT Mart di SMK Negeri 1 Waibakul sebagai laboratorium kewirausahaan siswa.

WAIBAKUL — Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena meresmikan NTT Mart di SMK Negeri 1 Waibakul, Sumba Tengah, pada Selasa (16/6/2026). Program ini merupakan etalase pemasaran produk unggulan setiap sekolah yang dikembangkan lewat konsep One School One Product (OSOP).

Gubernur Melki menyebut NTT Mart bukan sekadar toko, melainkan laboratorium kewirausahaan bagi siswa. “Dari Waibakul hari ini, saya melihat harapan itu dijual di rak-rak sekolah,” ujarnya saat peresmian yang dihadiri Wakil Bupati Sumba Tengah M. Umbu Djoka, anggota DPRD NTT Anton Mahemba, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ambros Kodo.

Siswa Belajar Produksi hingga Pemasaran Langsung

Melalui program ini, setiap sekolah didorong mengembangkan satu produk unggulan berbasis potensi lokal. Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi terlibat langsung dalam proses produksi, pengelolaan usaha, hingga pemasaran.

Gubernur Melki membeli sejumlah produk hasil karya siswa sebagai bentuk dukungan. “Saya sengaja membeli produk karya siswa. Karena saya ingin anak-anak NTT percaya bahwa masa depan mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja,” katanya.

Peringkat Akademik NTT Jadi Alarm

Di balik optimisme program kewirausahaan, Gubernur Melki mengakui tantangan besar di sektor pendidikan. Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) terbaru menempatkan NTT di peringkat 36 dari 38 provinsi di Indonesia.

“Ini alarm bagi kita semua,” tegasnya. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa dibebankan hanya ke sekolah. Keterlibatan keluarga dan masyarakat menjadi kunci.

Jam Belajar Pukul 18.00–19.30 WITA, Orang Tua Diminta Matikan Kebisingan

Pemerintah Provinsi NTT menerbitkan Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat. Kebijakan ini mengajak masyarakat menciptakan suasana belajar kondusif di rumah setiap hari pada pukul 18.00 hingga 19.30 WITA.

“Mari beri ruang bagi anak-anak untuk belajar. Matikan dulu kebisingan, hidupkan kembali kebersamaan keluarga,” ujar Gubernur Melki.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ambros Kodo menjelaskan, gerakan ini bertujuan membangun kebiasaan belajar berkelanjutan melalui dukungan keluarga, bukan sekadar mengejar prestasi akademik jangka pendek.

Wakil Bupati Sumba Tengah: Sinergi Strategis untuk Generasi Adaptif

Wakil Bupati Sumba Tengah Martinus Umbu Djoka menyambut baik sinergi antara penguatan budaya belajar dan pengembangan kewirausahaan. Menurutnya, kedua program ini mempersiapkan generasi muda yang cerdas secara akademik sekaligus mandiri dan adaptif menghadapi perubahan zaman.

NTT Mart diharapkan menjadi jembatan antara potensi produksi daerah dengan kebutuhan pasar, sekaligus solusi atas keterbatasan akses pasar yang selama ini dihadapi produk lokal dan usaha mikro di NTT.

Bagikan
Sumber: selatanindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks