Pencarian

Petani di Kelurahan Bello, Kupang, Dilibatkan dalam Program Irigasi P3-TGAI, Target Produktivitas Naik

Minggu, 14 Juni 2026 • 21:30:31 WIB
Petani di Kelurahan Bello, Kupang, Dilibatkan dalam Program Irigasi P3-TGAI, Target Produktivitas Naik
Petani Kelurahan Bello aktif merencanakan dan melaksanakan program irigasi P3-TGAI.

KUPANG — Petani di Kelurahan Bello, Kota Kupang, tak lagi sekadar menjadi penerima manfaat program irigasi. Mereka kini duduk sebagai perencana dan pelaksana utama Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang digagas Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Petani Jadi Perencana dan Pelaksana Proyek

Konsultan Program P3-TGAI, Jefry Ke Lele, menegaskan bahwa pendekatan partisipatif menjadi kunci program ini. Seluruh keputusan teknis—mulai dari penentuan lokasi pekerjaan, ukuran saluran, hingga kebutuhan material—dibahas bersama anggota P3A Oelneneno melalui musyawarah kelompok.

“Yang bekerja adalah bapak dan mama petani sendiri. Pengadaan bahan dilakukan secara terbuka oleh kelompok. Pendamping hanya membantu dari sisi teknis dan administrasi agar pelaksanaan program sesuai ketentuan,” kata Jefry dalam sosialisasi di Kelurahan Bello, Minggu (14/6/2026).

Mengapa Petani Harus Terlibat Langsung?

Jefry mengakui bahwa banyak proyek irigasi sebelumnya dinilai kurang efektif karena petani tidak dilibatkan dalam perencanaan. Akibatnya, bangunan yang dibuat kerap tidak sesuai dengan kondisi lapangan. “Ada pengalaman di mana saluran dibuat terlalu besar sementara debit air yang tersedia tidak sebanding,” ujarnya.

Program P3-TGAI hadir untuk mengoreksi kelemahan itu. Seluruh aspek pembangunan, mulai dari persiapan, perencanaan, pelaksanaan, hingga penyelesaian pekerjaan, dilakukan secara swakelola oleh anggota P3A. Pendekatan ini diyakini meningkatkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan sekaligus memastikan infrastruktur benar-benar sesuai kebutuhan.

Kesinambungan Program dari Era Jokowi ke Prabowo

Program P3-TGAI merupakan kelanjutan dari kebijakan yang telah berjalan sejak masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan kini dilanjutkan pada era Presiden Prabowo Subianto. “Pertanian yang produktif harus ditopang oleh infrastruktur yang memadai. Karena itu pemerintah menghadirkan program ini untuk memperkuat jaringan irigasi yang menjadi penopang utama kegiatan pertanian masyarakat,” kata Jefry.

Usulan pelaksanaan program di Kelurahan Bello berasal dari P3A Oelneneno pada tahun 2026. Dalam sosialisasi tersebut, para petani mendapat penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan, pengelolaan anggaran secara swakelola, serta pentingnya memelihara jaringan irigasi yang dibangun agar manfaatnya berkelanjutan.

Harapan Petani: Air Tersedia Sepanjang Tahun

Ketua P3A Oelneneno menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani di Kelurahan Bello. Menurutnya, keberadaan jaringan irigasi yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha tani dan meningkatkan hasil produksi.

Melalui pendekatan partisipatif ini, pemerintah berharap pembangunan jaringan irigasi tersier di Kelurahan Bello dapat lebih tepat sasaran, meningkatkan efisiensi distribusi air, serta mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani di Kota Kupang.

Bagikan
Sumber: flobamora-spot.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks