KUPANG — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Kantor Imigrasi Atambua menyambangi anak-anak di Desa Maumutin, Kabupaten Belu, baru-baru ini. Kedatangan tim tersebut bertujuan untuk menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa yang tinggal di wilayah terdepan Indonesia.
Aksi berbagi buku tulis dan alat tulis ini dilakukan di lokasi yang tidak jauh dari Pos Turiskain, wilayah yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Langkah tersebut dipandang sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam mendukung semangat belajar anak-anak di kawasan tapal batas negara.
Mengapa Pendidikan di Perbatasan Jadi Fokus Utama?
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT Arvin Gumilang menjelaskan bahwa anak-anak di perbatasan merupakan garda terdepan masa depan bangsa. Menurutnya, memperkuat sektor pendidikan di wilayah tersebut berkaitan erat dengan upaya menjaga kedaulatan negara di masa mendatang.
“Anak-anak perbatasan adalah garda terdepan masa depan bangsa. Mendidik mereka berarti menjaga kedaulatan Indonesia untuk generasi yang akan datang,” ujar Arvin Gumilang dalam keterangannya.
Program sosial ini juga dirancang untuk memperkuat ikatan emosional antara masyarakat perbatasan dengan petugas imigrasi. Selain memberikan bantuan fisik, petugas ingin meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya menempuh pendidikan sejak dini bagi anak-anak mereka.
Perkuat Nasionalisme Melalui Pendekatan Humanis
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Ditjen Imigrasi NTT Saroha Manullang menyebutkan bahwa gagasan berbagi ini muncul setelah jajaran imigrasi berinteraksi langsung dengan warga setempat. Kunjungan kerja sebelumnya dilakukan di beberapa titik, termasuk Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Napan dan Pos Lintas Batas Tradisional Haumeniana.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di perbatasan tetap memiliki semangat tinggi untuk belajar dan meraih cita-cita mereka,” kata Saroha yang saat itu didampingi Pelaksana Harian Kepala Kantor Imigrasi Atambua Nursetya.
Selain Desa Maumutin, jajaran imigrasi juga memantau kondisi di Pos Imigrasi Kefamenanu Aplasi, Kabupaten Timor Tengah Utara. Melalui interaksi di berbagai titik perbatasan ini, pihak imigrasi berupaya menerapkan pendekatan yang lebih humanis guna mempertebal rasa kebangsaan masyarakat di wilayah terdepan NKRI.