Kupang — Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin apel peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2026 di Kampus UPG 1945 NTT. Dalam amanatnya, Gubernur Melki menegaskan pentingnya tiga aspek utama dalam pendidikan di Nusa Tenggara Timur: kualitas akademik, pembentukan karakter, dan pengembangan jiwa kewirausahaan.
Akademik dan Karakter Sebagai Fondasi Pendidikan
Gubernur Melki menekankan bahwa kualitas akademik harus menjadi prioritas utama dalam sistem pendidikan NTT. "Akademiknya harus bagus. Kedua, pendidikan karakter. Kita harus pastikan bahwa setiap peserta didik memiliki karakter yang baik," ujarnya dalam amanat resmi tersebut.
Komitmen pada dua pilar ini diharapkan menciptakan peserta didik yang tidak hanya memiliki pengetahuan mendalam, tetapi juga integritas dan etika kerja yang kuat untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Kewirausahaan Sejak Dini untuk Penciptaan Lapangan Kerja
Pillar ketiga yang ditekankan Gubernur adalah pengembangan jiwa kewirausahaan. Menurutnya, NTT membutuhkan lebih banyak wirausahawan, sehingga pendidikan kewirausahaan perlu ditanamkan sejak dini mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Peserta didik tidak hanya diarahkan untuk menjadi pencari kerja atau aparatur sipil negara (ASN), melainkan juga mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.
Pendekatan ini sejalan dengan tantangan ekonomi yang dihadapi NTT. Gubernur Melki mengungkapkan bahwa NTT saat ini menghadapi defisit perdagangan yang mencapai Rp51 triliun, menjadikan pertumbuhan ekonomi melalui sektor usaha sebagai keharusan strategis.
Sinergi Pemerintah dan Lembaga Keuangan untuk Pengusaha Baru
Dalam upaya mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen bekerja sama dengan perbankan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperbanyak jumlah pengusaha di daerah. "Kita ingin anak-anak NTT mulai berpikir untuk membuka usaha. Pemerintah Provinsi NTT bersama perbankan, Bank Indonesia, dan OJK berkomitmen memperbanyak pengusaha di NTT," jelas Gubernur Melki.
Kolaborasi multi-stakeholder ini mencerminkan pendekatan holistik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dengan memastikan akses pendanaan dan dukungan teknis bagi calon pengusaha dari kalangan generasi muda NTT.
Fondasi SDM untuk Pembangunan Berkelanjutan
Gubernur Melki menutup amanatnya dengan menegaskan kembali pentingnya sinergi antara tiga pilar pendidikan. Kombinasi akademik berkualitas, karakter yang baik, dan semangat kewirausahaan dianggap sebagai fondasi krusial dalam pembangunan sumber daya manusia NTT untuk era mendatang.