NUSA TENGGARA TIMUR — Napoli menyiapkan tawaran konkret untuk memboyong Pablo Gavi dari Barcelona pada jendela transfer Januari mendatang. Gelandang muda Spanyol itu hanya mencatatkan 191 menit bermain dalam tujuh laga resmi musim ini, memicu spekulasi soal masa depannya di Camp Nou.
Ketertarikan Napoli terhadap Gavi bukan tanpa alasan. Klub Serie A tersebut melihat peluang merekrut gelandang yang frustrasi dengan peran terbatasnya di bawah pelatih Hansi Flick, terutama setelah Gavi absen sepenuhnya saat Barcelona mengalahkan Alaves pada 2 November 2026.
Catatan menit bermain Gavi musim 2026-2027 memang menurun tajam. Dari tujuh pertandingan resmi di LaLiga dan Liga Champions hingga 28 Oktober 2026, ia hanya dua kali menjadi starter di LaLiga. Tiga penampilan lainnya di Liga Champions justru datang dari bangku cadangan.
Di antara skuad Barcelona, hanya Alejandro Balde, Frenkie de Jong, Brian Farinas, dan Hamza Abdelkarim yang mencatat menit bermain lebih sedikit dari Gavi. Data itu mempertegas posisi Gavi yang kian terpinggirkan dari rotasi utama Flick.
Faktor cedera turut memperumit situasi. Gavi sempat mengalami cedera lutut ringan di awal musim 2026-2027 yang membuatnya absen beberapa pertandingan. Sebelumnya, ia punya riwayat dua cedera lutut serius: November 2023 hingga September 2024, lalu Agustus 2025 hingga Maret 2026.
Dua periode cedera panjang itu membuat Gavi sulit membangun konsistensi performa. Ia meyakini partisipasi reguler di lapangan jadi kunci mengembalikan performa terbaiknya, sesuatu yang sulit didapat jika menit bermain terus menipis di Barcelona.
Kedatangan Rodri pada musim panas lalu mempersempit ruang Gavi di lini tengah. Pedri, Frenkie de Jong, Marc Bernal, Fermin Lopez, dan Dani Olmo juga menjadi opsi yang rutin dimainkan Flick.
Meski menit bermain Gavi berkurang drastis, Flick disebut telah menyatakan kepercayaannya terhadap sang pemain. Namun kepercayaan pelatih belum berbanding lurus dengan kesempatan tampil yang diterima Gavi musim ini.
Barcelona berada di posisi sulit. Klub membutuhkan dana segar untuk mendanai akuisisi pemain baru, tetapi Gavi masih dianggap aset penting untuk masa depan tim.
Di sisi lain, Gavi disebut frustrasi dengan perannya yang semakin terbatas. Keinginan awalnya adalah membuktikan diri di Camp Nou, tetapi kurangnya kontinuitas bisa mendorongnya mempertimbangkan tawaran klub lain demi perkembangan karier.
Jika Napoli benar-benar mengirim tawaran resmi pada Januari, Barcelona harus memutuskan apakah mempertahankan gelandang muda itu atau melepasnya demi keseimbangan finansial klub.