Pertamina Hulu Energi: Industri Migas Butuh Talenta Lintas Bidang

Penulis: Endra Sanjaya  •  Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05:01 WIB
Senior Manager External Communication & Stakeholder Relations PHE Fitri Erika menyampaikan kebutuhan talenta lintas bidang industri hulu migas dalam Upstream Youth Champs 2026 di PNJ, Depok.

NUSA TENGGARA TIMUR — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan industri hulu migas Indonesia membutuhkan talenta muda dengan keahlian beragam, bukan hanya teknis. Kebutuhan itu mencakup bidang teknologi, bisnis, keuangan, hukum, hingga komunikasi untuk mengelola sumber daya energi secara optimal. PHE pun menggandeng kampus untuk menjembatani kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja.

Paragraf pembuka: Senior Manager External Communication & Stakeholder Relations PHE Fitri Erika menyampaikan hal itu dalam rangkaian program Upstream Youth Champs (UYC) 2026 di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Depok. Kegiatan bertema "Menggali Potensi, Menggerakkan Energi" tersebut memperkenalkan industri hulu migas kepada mahasiswa sekaligus memetakan kompetensi yang dibutuhkan sektor energi.

Bukan Sekadar Keahlian Teknis

Fitri menuturkan, tantangan energi Indonesia menuntut lebih dari sekadar ketersediaan sumber daya. Menurut dia, dibutuhkan kemampuan mengembangkan teknologi, mencari solusi, dan memastikan sumber daya dikelola secara optimal.

"Tantangan energi Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan sumber daya. Dibutuhkan kemampuan untuk mengembangkan teknologi, mencari solusi, dan memastikan sumber daya tersebut dapat dikelola secara optimal," kata Fitri dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).

Karena itu, PHE mendorong generasi muda memahami kebutuhan industri sejak dini. Mahasiswa diharapkan melihat keterkaitan antara mata kuliah yang dipelajari dan kebutuhan nyata dunia kerja.

Belajar dari Praktisi Lapangan

Dalam kegiatan itu, Technician Control Room PHE OSES Yuskie Amada berbagi pengalaman soal dunia kerja di industri hulu migas. Praktisi sumber daya manusia sekaligus kreator konten Vina Muliana mengisi materi pengembangan potensi diri dan kompetensi profesional.

Mahasiswa juga diarahkan mengasah kemampuan lewat organisasi, proyek, kompetisi, dan program magang. Pengalaman semacam itu membantu mereka mengenali minat sekaligus menguji kemampuan sebelum masuk pasar kerja.

Jembatan Kampus dan Industri

Dosen dan Staf Bidang Kemahasiswaan PNJ Meisa Sofia menilai perguruan tinggi berperan menyiapkan mahasiswa melalui penguasaan ilmu dan pengalaman yang bersentuhan dengan persoalan nyata. Keterhubungan pendidikan dan kebutuhan industri dinilai penting agar mahasiswa punya gambaran penerapan kompetensi.

"Kehadiran Upstream Youth Champs 2026 di PNJ menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melihat bagaimana pengetahuan yang mereka pelajari dapat berkaitan dengan kebutuhan industri dan tantangan Indonesia," ujar Meisa.

Meisa berharap kegiatan tersebut memperluas wawasan mahasiswa dan mendorong pengembangan kompetensi. Mahasiswa diharapkan semakin berani mengambil peran sesuai bidang keahlian masing-masing.

Penutup: Bagi PHE, penyiapan talenta menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan operasi hulu migas nasional. Regenerasi tenaga kerja lintas disiplin menjadi kunci ketika industri energi menghadapi tekanan transisi energi dan kebutuhan produksi yang terus berjalan.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top