Tesla Mulai Rekrutmen di Vietnam, Tantang Dominasi Vinfast 36 Persen

Penulis: Endra Sanjaya  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:05:01 WIB
Tesla Motors Vietnam LLC terdaftar di Kota Ho Chi Minh dengan modal US$3 juta.

NUSA TENGGARA TIMUR — Tesla resmi membuka rekrutmen di Vietnam melalui entitas Tesla Motors Vietnam LLC yang terdaftar di Kota Ho Chi Minh pada 11 September dengan modal US$3 juta atau sekitar Rp54,5 miliar. Langkah ini menempatkan merek asal Amerika Serikat itu langsung di pasar yang dikuasai Vinfast dengan pangsa sekitar 36 persen sepanjang Januari–September 2026. Sebanyak lima posisi dibuka, dari Sales Manager hingga Project Developer Charging.

Perekrut Tesla di Vietnam, Ricky Ip, mengumumkan pembukaan lowongan lewat unggahan di platform X. Lima posisi yang dicantumkan adalah Sales Manager, Service Manager, HR Business Partner, Purchasing Manager, dan Project Developer, Charging.

"Tesla resmi datang ke Vietnam, dan kami sedang merekrut," tulis Ricky Ip, dikutip Electrek, Rabu (28/10).

Unggahan disertai foto Roadster terbaru yang sempat ramai karena aksinya memanjat, terbalik, salto, lalu mendarat mulus memanfaatkan gas pendorong teknologi SpaceX. Ricky Ip juga menegaskan visi perusahaan dalam pernyataan terpisah.

"Misi kami adalah membangun dunia yang penuh kelimpahan, dan kami mencari orang-orang yang bersemangat untuk bergabung di Vietnam serta membantu mewujudkan visi itu," tulis Ricky Ip.

Pola Rekrutmen Sebelum Masuk Pasar Resmi

Rekrutmen sebelum peluncuran produk bukan hal baru bagi Tesla. Di Thailand, perusahaan memulai perekrutan pada September 2022 dan membuka pemesanan mobil tiga bulan kemudian. Di Filipina, rekrutmen dimulai September 2024 dan peluncuran awal berlangsung pada 2025.

Vietnam mengikuti urutan serupa. Entitas lokal Tesla Motors Vietnam LLC sudah berdiri dengan modal 77,7 miliar dong, setara US$3 juta atau sekitar Rp54,5 miliar memakai kurs Rp18.174. Pendirian badan usaha menjadi sinyal paling konkret bahwa Tesla tidak sekadar menjajaki pasar.

Vinfast Kuasai 36 Persen Pasar Mobil Listrik Vietnam

Sepanjang Januari hingga September 2026, Vinfast menjual 177.697 unit dari total sekitar 495.000 unit semua merek di Vietnam. Pangsa pasarnya menyentuh 36 persen, dan pada September naik menjadi 37,7 persen.

Dominasi Vinfast terlihat dari perbandingan gabungan. Penjualan lima merek besar lain, yakni Toyota, Hyundai, Mitsubishi, Ford, dan Kia, jika dijumlahkan masih berada di bawah capaian Vinfast sendirian.

Model VF 3 yang dibanderol di bawah US$13.000 atau sekitar Rp236,3 juta menjadi mobil terlaris di Vietnam sepanjang 2026. Harga agresif di segmen entry-level menjadi salah satu penopang volume Vinfast.

Vinfast Rakitan Lokal, Tesla Harus Impor

Keunggulan pemain tuan rumah terletak pada produksi. Vinfast merakit mobil di Haiphong, sementara Tesla mesti mengimpor unit jadi. Impor mobil penumpang masih dikenai tarif tinggi berdasarkan perjanjian dagang ASEAN-China.

Vinfast juga menyiapkan ekspansi jaringan pengisian daya V-Green dengan investasi sekitar US$380 juta atau sekitar Rp6,9 triliun untuk 99 stasiun pengisian ultra-cepat. Infrastruktur pengisian menjadi faktor penentu adopsi mobil listrik di pasar yang baru tumbuh.

Peluang tetap terbuka bagi Tesla. Vietnam memperpanjang pembebasan biaya registrasi untuk mobil listrik baterai hingga akhir 2030, termasuk untuk unit impor. Insentif fiskal ini meringankan beban harga jual di tahap awal masuk pasar.

Dengan lima posisi yang dibuka dan badan usaha yang sudah berdiri, kehadiran Tesla di Vietnam bergerak dari spekulasi ke tahap operasional. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Tesla masuk, melainkan seberapa cepat jaringan penjualan dan layanan purna jualnya terbentuk sebelum model pertama dipasarkan.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top