KUPANG — Inspektur upacara Ipda Wira Setyawan memimpin langsung penyampaian materi keselamatan berlalu lintas di halaman SMP Negeri 15 Kupang. Edukasi menyasar pelajar sebagai kelompok paling rentan terhadap risiko kecelakaan di jalan raya.
Kegiatan diikuti kepala sekolah, guru, staf, personel Ditlantas Polda NTT, serta seluruh pelajar. Pendekatan melalui upacara bendera dipilih agar pesan disiplin masuk lewat rutinitas sekolah, bukan ceramah terpisah.
Dalam amanatnya, Ipda Wira Setyawan menyampaikan sejumlah imbauan konkret kepada para siswa. Pesan-pesan itu menyentuh kebiasaan harian yang paling sering menjadi pemicu kecelakaan pelajar.
Para pelajar juga diminta tidak hanya menerapkan disiplin untuk diri sendiri. Mereka didorong mengingatkan keluarga dan lingkungan pergaulan agar mengutamakan keselamatan.
Edukasi di SMP Negeri 15 Kupang merupakan bagian dari dukungan terhadap program Quick Wins Kapolri Tahun 2026. Program itu menempatkan langkah preventif dan edukatif sebagai cara meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda.
Dirbinmas Polda NTT Kombes Pol. Sajimin menilai pembinaan kepada pelajar berperan penting dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab. Menurutnya, kesadaran berlalu lintas perlu ditanamkan sejak dini agar pelajar memahami bahwa mematuhi aturan bukan sekadar kewajiban.
Ia menyebut kepatuhan terhadap aturan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain. Melalui edukasi di lingkungan sekolah, Polri mendorong siswa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Pihak SMP Negeri 15 Kupang menyampaikan apresiasi atas sosialisasi keselamatan berlalu lintas dari Ditlantas Polda NTT. Sekolah berharap kegiatan serupa berjalan berkelanjutan, termasuk melalui pendampingan yang membantu siswa memahami aturan lalu lintas.
Sinergi kepolisian dan sekolah dinilai penting untuk membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi akademik. Kedisiplinan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial menjadi bagian yang sama pentingnya.
Polda NTT menempatkan edukasi melalui upacara bendera sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Pendekatan edukatif dan preventif itu diarahkan untuk mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Nusa Tenggara Timur.