KUPANG — Kegiatan berlangsung di lapangan upacara SD GMIT Namosain mulai pukul 07.00 WITA. AKP Arina Ekklesia Behhi, Kanit Jemenopsrek Subditkamsel Ditlantas Polda NTT, bertindak sebagai inspektur upacara dalam kegiatan tersebut.
Hadir kepala sekolah, wakil kepala sekolah, para guru dan staf, siswa-siswi, serta anggota Subditkamsel Ditlantas Polda NTT. Edukasi menyasar empat tema utama: keselamatan berlalu lintas, bahaya narkoba, perlindungan diri, dan pemanfaatan gadget yang bijak.
Empat Pesan Utama yang Disampaikan ke Siswa
Dalam amanatnya, AKP Arina menyampaikan sejumlah pesan edukatif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari para siswa. Materi mencakup cara menjauhi narkoba, melindungi diri dari berbagai potensi bahaya, menjaga keselamatan saat berlalu lintas, serta bersikap bijak dalam menggunakan gadget dan mengakses internet.
Pesan tersebut diharapkan membantu siswa memahami pentingnya menjaga keselamatan diri, menaati aturan, dan membangun kebiasaan positif. Baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Keselamatan berlalu lintas menjadi perhatian utama karena pemahaman aturan dan perilaku aman di jalan perlu ditanamkan sejak dini. Dengan edukasi berkelanjutan, siswa diharapkan semakin mengenali risiko di jalan raya dan memahami pentingnya tertib berlalu lintas.
Mengapa Polisi Masuk ke Sekolah
Dirbinmas Polda NTT Kombes Pol. Sajimin menyebut kehadiran polisi di lingkungan sekolah merupakan langkah preventif. Tujuannya membangun kesadaran, kedisiplinan, dan perilaku positif sejak usia dini.
"Edukasi kepada anak-anak sejak dini sangat penting agar mereka memahami cara melindungi diri, menjauhi narkoba, mematuhi aturan keselamatan berlalu lintas, serta menggunakan gadget dan internet secara bijak," ujar Sajimin.
Menurutnya, melalui program Police Goes to School, Polri ingin hadir lebih dekat dengan dunia pendidikan. Polri juga membantu membentuk generasi muda yang sadar akan keselamatan serta tanggung jawab.
Gadget dan Internet Butuh Pendampingan
Penggunaan gadget dan internet juga memerlukan pendampingan serta kesadaran. Anak-anak perlu dibekali pemahaman agar dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif dan menghindari konten maupun perilaku yang berisiko.
Sekolah dalam kesempatan itu menyampaikan saran agar kegiatan Police Goes to School dilaksanakan secara berkelanjutan. Dukungan tersebut menjadi dorongan untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan dalam memberikan pembinaan kepada pelajar.
Sinergi Polri, Sekolah, dan Orang Tua
Sajimin menegaskan kolaborasi antara Polri, pihak sekolah, guru, dan orang tua berperan penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman. Lingkungan itu juga harus mendukung tumbuh kembang anak.
"Pembentukan karakter dan kesadaran keselamatan anak-anak membutuhkan kerja sama semua pihak. Karena itu, komunikasi dan sinergi antara kepolisian, sekolah, serta orang tua perlu terus diperkuat agar pesan-pesan edukasi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Ditlantas Polda NTT menunjukkan tugas kepolisian tidak hanya berfokus pada penegakan hukum di jalan raya. Upaya pencegahan melalui pendidikan dan pembinaan masyarakat sejak usia dini juga menjadi bagian dari tugas tersebut.
Kegiatan Police Goes to School di SD GMIT Namosain berlangsung aman dan lancar. Polda NTT berharap edukasi serupa dapat terus menjangkau sekolah-sekolah lainnya di Nusa Tenggara Timur.