Senator Irman Gusman Dorong Muhammadiyah NTT Jadi Center of Excellence Indonesia Timur

Penulis: Aditya Nugraha  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 10:32:01 WIB
Senator Irman Gusman mendorong Muhammadiyah NTT menjadi Center of Excellence di Indonesia Timur.

KUPANG — Ketua Dewan Pakar Bidang Ekonomi dan UMKM PP Muhammadiyah itu menilai organisasi memiliki modal jaringan dan amal usaha yang cukup untuk melahirkan inovasi di NTT. Transformasi yang dimaksud tidak berhenti pada penguatan kelembagaan, tetapi harus menghasilkan program yang menyentuh kebutuhan warga.

Pertemuan berlangsung di hadapan Ketua PWM NTT Mukhsin Masri, Sekretaris Umum Munawar, Bendahara Ahmad Syarif, serta sejumlah anggota pengurus wilayah. Irman hadir sebagai Senator RI asal Sumatera Barat yang juga Anggota Komite I DPD RI.

Mengapa Muhammadiyah NTT Diminta Bertransformasi

Menurut Irman, tantangan pembangunan di NTT menuntut gerakan yang menghubungkan pendidikan, penguatan usaha masyarakat, dan pemberdayaan sosial dalam satu tarikan napas. Muhammadiyah dinilai bisa mengambil peran lebih besar lewat pengembangan UMKM dan perluasan akses pendidikan.

"Muhammadiyah NTT harus berani bertransformasi. Kita ingin Muhammadiyah tidak hanya berkembang secara kelembagaan, tetapi juga menjadi Center of Excellence di kawasan Indonesia Timur, yang melahirkan gagasan, inovasi, dan program nyata untuk memajukan masyarakat," tegas Irman.

Mantan Ketua DPD RI dua periode itu menambahkan, keberhasilan organisasi tidak semata diukur dari besarnya struktur atau banyaknya amal usaha. Ukuran yang lebih penting adalah manfaat yang dirasakan masyarakat di tingkat bawah.

Teologi Al-Ma'un Jadi Landasan Gerakan Sosial

Irman menempatkan kepedulian terhadap kelompok rentan sebagai wujud nyata keberagamaan. Nilai Al-Ma'un, katanya, harus hadir dalam tindakan konkret dan tidak berhenti pada simbol serta ritual.

"Keimanan harus melahirkan kepedulian sosial dan tindakan nyata. Pendidikan harus membuka jalan bagi masyarakat untuk keluar dari kemiskinan, sedangkan kegiatan ekonomi harus memberikan kesempatan kepada mereka yang selama ini tertinggal," tambahnya.

Dari sisi praktis, ia mendorong perluasan program pemberdayaan yang membuka peluang warga meningkatkan taraf hidup. Penguatan kelembagaan, menurut Irman, perlu berjalan beriringan dengan dampak nyata bagi kesejahteraan dan kemandirian warga NTT.

Kolaborasi dengan Pemda, Kampus, dan Dunia Usaha

PWM NTT diharapkan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan elemen masyarakat lain. Kolaborasi itu dinilai perlu agar potensi daerah dapat dikembangkan lebih terarah, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Irman menyebut langkah tersebut sebagai jalan bagi Muhammadiyah untuk melahirkan solusi, memperluas kesempatan, dan mendorong kemajuan masyarakat di Indonesia Timur. Pertemuan silaturahmi itu menjadi titik awal pembahasan arah transformasi organisasi di tingkat wilayah.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: belarakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top