Kilang RDMP Balikpapan 99 Persen, Pertamina Kejar Pasokan BBM Kaltim

Penulis: Endra Sanjaya  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 15:34:31 WIB
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia meninjau Kilang RDMP Pertamina Balikpapan yang progresnya mencapai 99 persen.

NUSA TENGGARA TIMUR — Progres pembangunan Kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur, telah mencapai 99 persen per Kamis (22/10/2026). Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia meninjau langsung fasilitas itu untuk memastikan kesiapan operasional sekaligus mengevaluasi stok BBM di wilayah Kalimantan.

Peninjauan pada Kamis (22/10/2026) malam itu melibatkan jajaran Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi bersama PT Pertamina (Persero) serta pemerintah daerah. Selain mengecek kesiapan kilang, rombongan memetakan kendala teknis yang masih menyisakan satu persen dari target penyelesaian.

Sisa Pekerjaan Teknis Jadi Fokus

Bahlil menyatakan progres RDMP secara keseluruhan sudah menyentuh 99 persen. Kendati demikian, sejumlah penyempurnaan teknis masih harus dituntaskan sebelum kilang beroperasi penuh.

"Bersama pemerintah daerah dan jajaran Pertamina, kami memantau serta mencari solusi atas sejumlah kendala teknis agar operasional dan distribusi energi kepada masyarakat tetap terjaga," kata Bahlil, Jumat (23/10/2026).

Ia menegaskan penyelesaian sisa pekerjaan itu menjadi prioritas agar kilang dapat memperkuat pasokan energi nasional. "Insyaallah, kita selesaikan agar kilang ini dapat semakin memperkuat pasokan energi nasional," ujarnya.

Dukungan Pemerintah Dianggap Kunci

RDMP Balikpapan dikelola oleh Subholding Downstream Pertamina. Wakil Direktur Utama I PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, menilai koordinasi dengan pemerintah berperan besar dalam memperkuat kesiapan kilang.

Kolaborasi itu, menurut Taufik, mendukung penyelesaian penyempurnaan teknis sekaligus kesiapan infrastruktur penunjang agar kilang bisa beroperasi optimal.

"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk perkuat RDMP Balikpapan. Dukungan bersama ini menjadi kunci agar kehadiran kilang dapat semakin memperkuat keandalan pasokan BBM bagi masyarakat dan mendukung kemandirian energi nasional," ujar Taufik.

Siapa yang Merasakan Dampaknya

Bagi warga Kalimantan, kehadiran RDMP Balikpapan berdampak langsung pada ketersediaan bahan bakar di SPBU. Selama ini pasokan BBM di wilayah itu sebagian masih bergantung pada pengiriman dari luar pulau, sehingga rawan terganggu saat cuaca buruk atau lonjakan permintaan.

Kilang yang beroperasi penuh akan memangkas ketergantungan tersebut. Distribusi energi dinilai lebih cepat dan biaya logistik bisa ditekan, yang pada akhirnya berpengaruh ke harga di tingkat konsumen.

Pemerintah daerah turut dilibatkan dalam peninjauan ini karena distribusi BBM menyangkut layanan publik harian, mulai dari angkutan barang hingga pasokan untuk pembangkit listrik.

Langkah Selanjutnya

Pertamina menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lain hingga seluruh penyempurnaan teknis rampung. Infrastruktur penunjang, termasuk jalur distribusi dan fasilitas pendukung operasional, menjadi bagian yang disiapkan agar kilang tidak hanya selesai secara konstruksi, tetapi juga siap beroperasi andal.

Progres 99 persen menempatkan RDMP Balikpapan pada tahap akhir sebelum uji operasi penuh. Bila sisa pekerjaan tuntas sesuai rencana, kilang ini akan menambah kapasitas pengolahan minyak domestik dan memperkuat posisi Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top