Anggota DPRD Sikka Tolak Dana CSR Bank untuk Bangun Tugu, Minta Dialihkan ke Air Bersih dan Bank Sampah

Penulis: Chandra Kusuma  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:02:02 WIB
Anggota DPRD Sikka Yunus Noce Fernandez meminta dana CSR perbankan dialihkan untuk air bersih dan bank sampah.

MAUMERE — Yunus Noce Fernandez menyampaikan permintaan tersebut saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung DPRD Kabupaten Sikka. Menurutnya, persoalan mendasar di daerah itu belum tuntas, mulai dari krisis air bersih hingga sampah yang menumpuk.

Ia menilai dana CSR perbankan semestinya menyentuh persoalan tersebut ketimbang dipakai mempercantik fasilitas publik. "Kita ingin bekerja sama dengan perbankan. Di Sikka ini masih banyak permasalahan sosial dan infrastruktur dasar yang mesti disentuh," ujar Noce dalam rapat itu.

Bank Sampah dan Air Bersih Jadi Prioritas Usulan

Noce menjabarkan dua sektor yang ia anggap paling layak menerima dana CSR. Pertama, pengembangan bank sampah untuk mengatasi masalah lingkungan. Kedua, penyediaan fasilitas air bersih bagi desa-desa yang kesulitan air.

"Ke depan kita bantu yang produktif sebagai kerja sama mitra, seperti pengembangan bank sampah untuk mengatasi masalah lingkungan atau penyediaan fasilitas air bersih untuk desa-desa yang kesulitan air. Jangan cuma bantuan untuk tugu," ujarnya.

Sentilan Ketua DPC Partai Demokrat Sikka itu merespons rencana Pemkab Sikka memakai dana CSR untuk menata, mendesain ulang, dan mempercantik sejumlah fasilitas publik, tugu, serta taman di Kota Maumere.

Rencana Penataan Maumere Dimulai dari Coffee Morning

Rencana penataan Kota Maumere diawali acara Coffee Morning bersama Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (FTJSL) Kabupaten Sikka pada Selasa, 5 Oktober di Warung 69, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok. Pemerintah setempat menggandeng perbankan, BUMN, lembaga keuangan, dan lembaga swasta dalam acara itu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, menyebut kegiatan tersebut bertujuan membangun sinergi antara pemerintah daerah dengan perbankan dan BUMN. Fokusnya penataan Kota Maumere, khususnya dari sisi estetika dan manfaatnya.

"Maumere selama ini dikenal sebagai salah satu kota besar di Provinsi Nusa Tenggara Timur setelah Kota Kupang. Namun, status ini berubah setelah Pemerintah Pusat menetapkan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, sebagai salah satu destinasi super prioritas. Karena itu kita perlu berkolaborasi lebih erat untuk bersama menciptakan Kota Maumere sebagai hunian bersama yang indah," papar dia.

Enam Titik Masuk Daftar Penataan, dari Tugu MoF hingga Tugu Rupiah

Sejumlah fasilitas masuk dalam rencana penataan pemerintah daerah:

  • Tugu MoF dilengkapi taman dan ruang santai di perempatan Jalan El Tari.
  • Tugu Gong ditata bersama Taman Pahlawan Daerah Teka Iku dan taman di pojok SCC.
  • Patung selamat datang ditata dan dilengkapi area santai serta fasilitas jogging.
  • Kawasan Bandara Frans Seda, khususnya Jalan Adisucipto, dilengkapi taman, arena jogging, lampu hias, dan penerangan jalan.
  • Tugu Ikan Tuna diganti tugu bertema Tarian Tua Reta Lou.
  • Tugu Rupiah di samping Kantor BRI Cabang Maumere diganti figur penari tradisional Sikka yang terinspirasi budaya Nian Tana.

Pemkab Sikka berharap seluruh penataan itu terwujud lewat program CSR dan mitra kerja. Dengan begitu, rencana tersebut tidak sepenuhnya membebani anggaran pemerintah kabupaten.

Bupati Minta BUMN dan BUMD Terlibat Langsung

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dalam arahannya mengajak pimpinan BUMN dan BUMD mewujudkan rencana penataan Kota Maumere. Ia menempatkan kemitraan sebagai pendekatan utama pembangunan daerah.

"Kemitraan dan kolaborasi menjadi tren penting. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Keterlibatan masyarakat, pelaku usaha, perbankan, koperasi, BUMN, serta pelaku UMKM adalah penting untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Sikka," ujarnya.

Perbedaan pandangan antara DPRD dan eksekutif kini mengerucut pada satu pertanyaan: apakah dana CSR perbankan dipakai memperindah wajah kota, atau lebih dulu menambal kebutuhan dasar warga di desa-desa yang masih kesulitan air bersih.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: ekorantt.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top