OELAMASI — Kabagops Polres Kupang AKP Gundolfus Diaz memimpin kunjungan di Gereja Katolik St. Simon Petrus, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah. Ia diterima Pastor Rekanan Paroki St. Simon Petrus Tarus, RD Max Manu. Sementara di Gereja GMIT Exodus Oefafi, Kecamatan Kupang Timur, kegiatan dipimpin Kabag WDM Polres Kupang AKP Johny Lapuisaly dan diterima Ketua Majelis Jemaat Pendeta Wasti Ester Laha Sesfaot, S.Th.
Kegiatan Minggu Kasih menyasar dua lokasi ibadah sekaligus dalam satu pagi. Polres Kupang menyebut kehadiran personel di tengah jemaat sebagai upaya memperkuat toleransi antar umat beragama. Pendekatan itu dilakukan tanpa membedakan latar belakang maupun golongan warga.
Kebaktian di Noelbaki mengangkat bacaan Matius 22:15–21 tentang persembahan kepada Tuhan. Di Oefafi, bacaan Matius 7:1–5 diusung dengan tema "Keluarga yang Berempati, Bukan Menghakimi".
Pesan rohani dari kedua bacaan menekankan kehidupan yang dilandasi kasih, kepedulian, dan sikap saling menghargai. Polres Kupang menempatkan pesan itu sebagai landasan sebelum menyampaikan imbauan keamanan kepada jemaat.
Usai kebaktian, AKP Gundolfus Diaz dan AKP Johny Lapuisaly menyampaikan pesan kamtibmas. Keduanya mengajak warga bersama-sama menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
Personel juga meminta warga memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 jika membutuhkan bantuan. Nomor itu bisa dipakai untuk melaporkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar tempat tinggal.
Kegiatan di GMIT Exodus Oefafi diwarnai lelang hasil pertanian dan peternakan jemaat. Personel Polri ikut berpartisipasi dalam lelang tersebut.
Keikutsertaan itu disebut sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi masyarakat setempat. Hasil pertanian dan peternakan warga jemaat menjadi komoditas yang dilelang dalam kegiatan tersebut.
Polres Kupang berharap sinergi antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat semakin kuat. Lingkungan yang aman, damai, dan penuh toleransi disebut sebagai tujuan akhir dari rangkaian kegiatan Minggu Kasih di Kabupaten Kupang.