Pemerintah Kota Kupang menyalurkan bantuan Rp 100 juta untuk mendukung pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Sinode GMIT yang digelar perdana pada 7-9 Oktober 2026. Dukungan tidak berhenti pada dana, Pemkot juga menyiapkan tenda, sekitar 500 kursi, kendaraan operasional, pengaturan lalu lintas, layanan kesehatan, hingga kebersihan selama kegiatan berlangsung. Wali Kota Kupang Christian Widodo meminta proses administrasi bantuan dipercepat agar panitia bisa segera memanfaatkannya.
KUPANG — Wali Kota Kupang Christian Widodo memastikan dukungan penuh terhadap Pesparawi Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) yang baru pertama kali digelar. Bantuan senilai Rp 100 juta diserahkan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kegiatan keagamaan yang sekaligus menjadi ruang pengembangan talenta generasi muda.
Pernyataan itu disampaikan Christian saat menerima audiensi Panitia Pesparawi Sinode GMIT di Kupang. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat kehidupan iman, tetapi juga memberi ruang bagi pengembangan seni dan budaya masyarakat.
"Ini pertama kali dilaksanakan. Luar biasa. Kita ikut menyumbang Rp100 juta. Ini menjadi bentuk perhatian dari Pemerintah Kota Kupang," ujar Christian.
Bantuan Rp 100 Juta Diminta Segera Diproses Sebelum Kegiatan Selesai
Christian meminta proses administrasi bantuan Rp 100 juta dipercepat sesuai ketentuan yang berlaku. Ia tidak ingin panitia baru menerima dana setelah kegiatan selesai.
"Saya berharap bantuan ini bisa segera diproses. Jangan sampai kegiatan sudah selesai baru bantuan diberikan. Teman-teman panitia membutuhkan dukungan untuk membayar kebutuhan kegiatan," tegasnya.
Selain dana, Pemkot Kupang menyiapkan tenda dan sekitar 500 kursi untuk menunjang pelaksanaan. Kendaraan operasional juga disiapkan untuk pengangkutan peralatan.
Dinas Perhubungan hingga Dinas Kesehatan Dikerahkan
Dukungan lintas perangkat daerah disiapkan agar Pesparawi perdana berjalan tertib. Dinas Perhubungan Kota Kupang mengatur lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.
Dinas Kesehatan menyiapkan layanan kesehatan dan obat-obatan. Petugas kebersihan juga dikerahkan selama rangkaian acara berlangsung.
Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Pelt yang juga Ketua Pesparawi Sinode GMIT menegaskan jajaran Pemkot berkomitmen memberikan dukungan maksimal. Sejumlah lokasi parkir alternatif disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dan penonton, terutama saat pembukaan.
Fasilitas pemerintah di sekitar lokasi kegiatan akan dimanfaatkan sebagai area parkir tambahan. Langkah itu diambil agar aktivitas Pesparawi tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Dua Kategori Dilombakan, Simposium Hadirkan Juri Nasional
Pesparawi Sinode GMIT akan berlangsung pada 7-9 Oktober 2026, dipusatkan di kompleks Kantor Sinode GMIT yang baru. Wali Kota memastikan akan hadir pada pembukaan 7 Oktober 2026.
Pendeta Norman Nenohoni, salah satu panitia, menjelaskan kegiatan ini tidak semata-mata ajang perlombaan paduan suara. Pesparawi dirancang sebagai ruang membangun persaudaraan dan mengembangkan talenta generasi muda.
"Kegiatan ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun persaudaraan dan mengembangkan talenta," jelasnya.
Pesparawi mempertandingkan dua kategori, yakni kategori umum dan musik etnik. Khusus kategori musik etnik, peserta akan membawakan lagu-lagu daerah bernuansa rohani dengan menggunakan unsur musik tradisional.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan simposium yang menghadirkan juri dan narasumber tingkat nasional. Forum itu diharapkan memberikan edukasi sekaligus kontribusi bagi pengembangan liturgi dan musik gereja.
Christian menilai Pesparawi perdana memiliki arti penting karena mempertemukan iman, seni, budaya, dan talenta generasi muda.
"Rindu kita supaya para pemuda dengan talenta-talenta itu dihimpun. Musik-musik daerah dan kecintaan bernyanyi tradisional dapat dikembangkan, tetapi tetap dalam nuansa rohani," ungkapnya.