SUMBA BARAT DAYA — Bantuan awal yang diserahkan berupa beras dan terpal untuk kebutuhan mendasar warga yang rumahnya rusak dan masih bertahan di tenda pengungsian. Penyerahan simbolis di dua desa terdampak itu menjadi pembuka, sementara pendistribusian selanjutnya akan dilanjutkan secara merata oleh Pemkab Sumba Barat Daya melalui camat dan kepala desa.
Johni menyampaikan belasungkawa mendalam atas gempa yang terjadi 4 Oktober 2026. Ia mengingatkan bahwa ke depan pembangunan rumah warga harus tahan gempa, mengingat wilayah Sumba tergolong rawan gempa.
Kecamatan Kodi menjadi lokasi pertama yang dikunjungi Wagub bersama jajaran perangkat daerah. Dua desa yang paling parah terdampak adalah Desa Merekehe dan Desa Waikadada.
Di lokasi tersebut, masih banyak warga yang belum bisa kembali ke rumah karena kerusakan struktur bangunan. Mereka bertahan di tenda pengungsian sambil menunggu proses pendataan dan bantuan lanjutan.
"Ini bentuk kehadiran pemerintah. Negara tidak boleh absen saat rakyatnya tertimpa musibah," ujar Wagub di hadapan warga.
Dalam arahannya, Johni menginstruksikan seluruh aparat dari tingkat kabupaten hingga desa untuk bergerak cepat mendata kerusakan secara rinci dan jujur. Pendataan yang diminta tidak boleh bersifat perkiraan.
"Pendataan harus cermat dan akurat, by name by address. Jangan dikira-kira. Data riil ini sangat krusial. Ini dasar kita untuk mengusulkan bantuan pemulihan rumah ke Pemerintah Pusat agar tepat sasaran," tegas Johni Asadoma.
Mantan Kapolda NTT yang dikenal tegas itu menekankan bahwa data riil menjadi fondasi utama agar bantuan perumahan tidak salah sasaran. Tanpa data yang akurat, pengajuan ke kementerian terkait berisiko tidak sesuai kebutuhan lapangan.
Pemprov NTT bersama Pemkab Sumba Barat Daya berkomitmen mengawal penuh proses pemulihan. Tahapannya mulai dari pendataan, verifikasi kerusakan, hingga koordinasi dengan kementerian terkait di Jakarta.
Koordinasi tersebut bertujuan memastikan bantuan perumahan benar-benar sampai ke warga Kodi. Pemkab Sumba Barat Daya melalui camat dan kepala desa akan melanjutkan distribusi bantuan secara merata ke seluruh warga terdampak.
Warga di dua desa terdampak kini menunggu hasil pendataan yang akan menjadi dasar besaran bantuan pemulihan rumah. Proses ini menentukan seberapa cepat mereka bisa meninggalkan tenda pengungsian dan kembali ke hunian yang layak.