Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengirimkan bantuan logistik, termasuk terpal, bagi warga korban gempa magnitudo 6,1 di Sumba Barat Daya yang terjadi pada Minggu (4/10). Gubernur NTT Melki Laka Lena menyatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan Bupati Sumba Barat Daya untuk memastikan penanganan korban berjalan tuntas. Bantuan terpal diprioritaskan karena banyak warga yang masih takut dan memilih tidur di luar rumah.
KUPANG — Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena memastikan bantuan logistik bagi korban gempa di Sumba Barat Daya sudah dikirim ke lokasi. Koordinasi dengan Bupati Sumba Barat Daya terus dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak terpenuhi.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Bupati Sumba Barat Daya dan saat ini kami masih terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan korban gempa di Sumba tertanggani dengan baki," kata Melki di Kupang, Senin.
Terpal Jadi Prioritas karena Warga Masih Tidur di Luar Rumah
Salah satu logistik yang paling dibutuhkan warga saat ini adalah terpal. Banyak korban gempa di Sumba Barat Daya yang masih merasa takut dan memilih bermalam di luar rumah.
"Masih banyak warga di sana yang diketahui masih takut, sehingga masih tidur di luar rumah. Kami kirimkan terpal untuk mereka," ujar Melki.
Gempa berkekuatan magnitudo 6,1 tersebut tidak hanya menimbulkan kerusakan bangunan dan rumah. Kondisi geografis serta lemahnya konstruksi bangunan disebut menjadi faktor yang memperparah dampak kerusakan.
Konstruksi Pasir Laut Disebut Perkuat Kerentanan Bangunan
Melki menyoroti kualitas bangunan di Sumba yang dinilai rentan terhadap guncangan gempa. Menurut dia, penggunaan pasir laut membuat konstruksi bangunan tidak cukup kuat menahan getaran.
"Konstruksi bangunan di Sumba banyak memakai pasir laut, sehingga secara kualitas tidak begitu kuat. Ditambah lagi, pusat gempa tidak terlalu dalam dan posisinya dekat dengan daratan (Kodi)," ujarnya.
Selain faktor teknis, kedalaman pusat gempa yang relatif dangkal dan posisinya yang dekat dengan daratan turut memperbesar intensitas guncangan yang dirasakan warga. Kombinasi kedua faktor itu membuat kerusakan bangunan meluas di sejumlah titik.
Penanganan Korban Gempa Sumba Barat Daya Dipercepat
Pemprov NTT menyatakan penanganan pascagempa di Sumba Barat Daya akan dipercepat. Langkah ini mencakup distribusi logistik lanjutan serta pendampingan bagi warga yang masih bertahan di pengungsian darurat.
Koordinasi lintas instansi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menjadi kunci agar bantuan tidak terlambat sampai ke lokasi. Warga di sejumlah titik terdampak masih membutuhkan tempat berlindung sementara selama masa pemulihan.