NUSA TENGGARA TIMUR — Myha'la Herrold menilai bias rasial dan budaya bawah sadar memang ada dalam format The Traitors, tapi ia menegaskan tersingkirnya dirinya dari The Celebrity Traitors Season 2 juga akibat ulahnya sendiri. Aktris serial Industry itu tersingkir pekan lalu setelah dianggap pengkhianat oleh peserta lain. Ia lalu menuangkan refleksinya lewat unggahan Instagram dan membalas komentar seorang pengusaha yang menyebut ia dikeluarkan karena kulit hitamnya.
Myha'la Herrold angkat bicara soal pengalamannya mengikuti The Celebrity Traitors Season 2 di BBC. Ia tersingkir lewat mekanisme banishment, yakni voting antar peserta untuk mengeluarkan seseorang yang dicurigai sebagai traitor. Dalam unggahan Instagram, aktris kelahiran Sacramento itu mengurai apa yang ia rasakan selama mengikuti permainan produksi Studio Lambert tersebut.
Di kolom komentar unggahannya, pengusaha Chantel Sachanna melontarkan tuduhan keras. Menurut Sachanna, Myha'la tersingkir semata karena warna kulitnya.
"Sayangnya kamu di-banished karena kamu HITAM. Ini benang merah yang konsisten di acara rasis ini," tulis Sachanna.
Myha'la tidak serta-merta menyetujui pernyataan itu. Ia menilai dirinya turut berperan atas nasibnya sendiri di permainan tersebut.
Salah satu momen yang disorot adalah saat ia mengedipkan mata ke arah Richard E. Grant sebelum aktor senior itu tersingkir sebagai traitor. Gestur itu dinilai mencurigakan oleh peserta lain.
"Aku menyegel nasibku sendiri! Dan di awal permainan, sangat sedikit petunjuk yang bisa dipegang, dan aku justru memberi mereka…banyak," kata Myha'la.
Meski begitu, ia tak menampik adanya bias yang bekerja diam-diam dalam permainan.
"Namun, aku setuju bahwa bias rasial dan budaya bawah sadar ada dalam permainan ini, di mana keaslian atau kejujuranku, atau caraku mengekspresikan diri, terlihat mencurigakan bagi orang-orang yang tidak akrab dengan orang seperti aku," ujarnya.
Myha'la mengaku sudah menduga hal itu akan terjadi. Ia menyebut dirinya penggemar berat The Traitors dan langsung menyadari pola tersebut saat pertama kali menonton.
Ia juga datang ke permainan dengan kesadaran menjadi satu-satunya peserta Amerika, selain Jerry Hall yang disebutnya sebagai "National Treasure kehormatan Inggris".
"Aku tidak bilang itu benar, aku tidak bilang rasisme tidak ada, tapi aku harus membela teman-teman baikku di acara ini yang sama sekali tidak secara sadar menaruh bias padaku karena rasaku," kata Myha'la.
Ia menilai tuduhan bahwa ia tersingkir murni karena ras tetap tidak adil sebagai penjelasan utuh atas apa yang terjadi.
Bagi Myha'la, kasusnya membuka ruang diskusi yang lebih luas soal cara kerja bias bawah sadar dalam tekanan kompetisi.
"Aku memang berpikir acara seperti ini seharusnya membuka lebih banyak percakapan soal bias bawah sadar dan bagaimana, saat tertekan, orang-orang atau masyarakat cenderung mendekati hal yang mereka kenal dan pahami, atau menjauh dari hal yang tidak mereka pahami. Semua ini cinta, dan aku benar-benar menghargai dukunganmu," tuturnya.
BBC belum memberikan komentar resmi atas pernyataan Myha'la. The Celebrity Traitors sendiri menjadi salah satu program unscripted yang paling banyak dibicarakan di Inggris sejak musim pertamanya, dengan format yang mengadu strategi, kepercayaan, dan insting sosial para pesertanya.