NUSA TENGGARA TIMUR — Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan wholesales Agustus 2026 berada di angka 81.756 unit. Pameran GIIAS 2026 sendiri berlangsung 30 Juli sampai 9 Agustus di Tangerang, sehingga sebagian transaksi disebut belum sepenuhnya terekam dalam periode laporan.
Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menjelaskan pameran tahunan itu tetap memberi dorongan terhadap penjualan Agustus. Menurut dia, tanpa GIIAS 2026, angka penjualan berpotensi lebih rendah lagi.
"Itu sudah bantu, tapi memang (data penjualan di GIIAS 2026) tidak sepenuhnya masuk," ucap Kukuh, Rabu (9/9).
Penyebabnya soal tenggat pelaporan. Gaikindo punya dateline penyerahan data penjualan dari masing-masing Agen Pemegang Merek (APM) setiap tanggal 5. Karena GIIAS baru tutup 9 Agustus, sebagian transaksi dari pameran itu baru akan tercatat pada laporan bulan berikutnya.
Di tengah pertumbuhan total yang tipis, kendaraan elektrifikasi mencatat kontribusi signifikan sepanjang delapan bulan pertama 2026. Mobil listrik berbasis baterai (BEV) terjual 101.171 unit, disusul hybrid 58.040 unit, dan plug-in hybrid (PHEV) 8.981 unit.
Angka BEV yang menembus 100 ribu unit dalam delapan bulan menunjukkan adopsi kendaraan listrik di pasar domestik terus menguat. Kukuh menyebut segmen elektrifikasi, baik BEV maupun hybrid, memang tumbuh positif sepanjang periode Januari–Agustus.
Gaikindo tetap yakin target penjualan 850 ribu unit tahun ini bisa tercapai. Kukuh menilai capaian tersebut masih dalam jangkauan meski pertumbuhan bulanan berjalan lambat.
"850 ribu tercapai, masih oke," ujar Kukuh.
Dengan sisa empat bulan kalender, pelaporan penjualan September akan menjadi indikator penting. Transaksi GIIAS 2026 yang belum masuk ke data Agustus diperkirakan baru muncul di laporan bulan tersebut, sehingga lonjakan bisa terlihat pada periode berikutnya.