NUSA TENGGARA TIMUR — Langkah ini menegaskan strategi raksasa streaming itu yang konsisten menjadikan genre kencan sebagai tulang punggung konten non-fiksi. Love At First Sight hadir di tengah deretan hits lain seperti Love Is Blind yang akan segera meluncurkan musim ke-11 di Boston pada musim gugur ini, serta Temptation Island yang telah diperbarui untuk musim ketiga setelah pindah dari USA Network.
Premis acara ini mengangkat satu pertanyaan mendasar: bisakah cinta pada pandangan pertama berujung pada cinta sejati? Sekelompok lajang akan dihadapkan langsung pada pertanyaan tersebut dalam format yang tampaknya mengutamakan koneksi instan.
Proses casting untuk acara ini kini tengah berlangsung. Tim produksi mencari partisipan yang percaya bahwa sekali tatapan mata bisa mengubah segalanya, dan bahwa satu pandangan bisa menjadi awal dari komitmen seumur hidup.
Velvet Hammer Media bukan nama baru di industri. Perusahaan ini juga menangani sejumlah judul seperti The Big Bakeover di The CW, Empty Nest Refresh dan Best Bite Wins di Roku, hingga serial kriminalitas nyata Ruby & Jodi: A Cult of Sin and Influence untuk WBD.
Pendiri Velvet Hammer, Jen O'Connell dan Rebecca Quinn, akan bertindak sebagai produser eksekutif untuk Love At First Sight. Perusahaan ini juga tengah memproduksi seri dokumenter yang mengikuti Nick Cannon dan dua belas anaknya untuk platform yang sama.
Perlu dicatat, proyek ini tidak ada kaitannya dengan film romantis komedi Netflix berjudul sama yang dibintangi Haley Lu Richardson dan diproduseri Matt Kaplan.
Pemesanan ini menjadi sinyal terbaru dari agresivitas Netflix di ranah non-fiksi. Pekan lalu, Deadline mengungkapkan platform ini telah memberi lampu hijau untuk serial eksperimen sosial Playing with Matches dari Mettlemouse.
Beberapa pesanan lain yang sempat terungkap antara lain The Leftovers dari produser Jersey Shore, Arizona Hot dari Banijay-owned Bright Spot Content, Born In The USA yang mengangkat tema kehamilan dari Wheelhouse, serta Weight to Date dari IPC.
Dengan jajaran produksi yang kian padat, Netflix tampak serius mempertahankan dominasinya di genre yang terbukti mampu merebut perhatian penonton global, termasuk pasar Indonesia yang gemar mengikuti tren realitas kencan internasional.