NUSA TENGGARA TIMUR — Personel yang dikerahkan merupakan bagian dari Emergency Response Group (ERG). Mereka langsung bergerak melakukan penyisiran, penyemprotan, dan pengendalian titik api sejak awal terdeteksi. Aksi ini bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), aparat kepolisian, TNI, serta tim pemadam setempat.
MIND ID tidak hanya mengerahkan tenaga manusia. Perusahaan juga memobilisasi perlengkapan pendukung berupa foam pemadam kebakaran, alat pelindung diri (APD), turnout gear, selang kebakaran, serta masker medis dan masker N95.
Perlengkapan tersebut diperuntukkan bagi personel di lapangan maupun masyarakat yang terdampak kabut asap. Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin meninjau langsung daerah terdampak di Mempawah pada Jumat (4/9/2026).
"Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Kehadiran relawan Grup MIND ID ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengendalian titik api sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan dan gangguan terhadap aktivitas yang dihadapi masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi.
Division Head of Institutional Relations MIND ID Selly Adriatika menegaskan bahwa upaya ini tidak berhenti pada fase pemadaman. Perusahaan berkomitmen mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan ekosistem selesai.
"Apa yang kami lakukan bukan cuma untuk hari ini atau penanganan sementara, tapi juga memastikan beban yang dirasakan masyarakat menjadi ringan, dan nantinya hutan dapat kembali pulih mampu menopang kehidupan," kata Selly.
Bagi MIND ID, penanganan karhutla ini bertujuan memastikan masyarakat dan lingkungan tetap terlindungi. Dengan demikian, potensi gangguan kesehatan dan kerentanan sosial-ekonomi dapat ditekan. Flora dan fauna di kawasan terdampak pun diharapkan segera pulih.
Solidaritas para relawan mencerminkan semangat gotong royong keluarga besar Grup MIND ID. Mereka hadir mendampingi masyarakat sekitar daerah operasional.
Personel yang dikerahkan berasal dari berbagai wilayah operasional perusahaan, mulai dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, hingga Papua. Inisiatif ini merupakan kontribusi nyata BUMN tambang dalam mendukung ketahanan lingkungan dan sosial masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir di masa-masa krisis. Tidak hanya dalam fase penanggulangan bencana, tetapi juga hingga proses pemulihan ke depan.