Jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Nusa Tenggara Timur pada Juli 2026 mencapai 29.851 kunjungan, naik 18,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) NTT mencatat sebanyak 80,96 persen dari total wisman itu masuk melalui pintu darat seiring dominasi pelancong asal Timor Leste. Angka ini turut mendongkrak tingkat penghunian kamar hotel bintang, terutama di kawasan super prioritas Labuan Bajo. Kota Kupang Jadi yang Paling Sepi, Manggarai Barat Paling Ramai
KUPANG — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di NTT pada Juli 2026 mencapai 54,55 persen. Angka ini naik 7,54 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan meningkat 7,06 persen secara tahunan.
Yang menarik, distribusinya timpang. TPK hotel bintang tertinggi justru tercatat di Kabupaten Manggarai Barat, yang mencapai 77,09 persen, disusul Sumba Barat 47,22 persen dan Sumba Timur 47,17 persen. Di sisi lain, Kota Kupang menjadi daerah dengan TPK hotel bintang terendah, hanya 41,15 persen.
Kepala BPS Provinsi NTT Matamira B Kale mengatakan, berdasarkan pintu masuk, wisatawan mancanegara terbanyak masuk ke NTT melalui darat dengan porsi 80,96 persen. Sisanya melalui udara 18,84 persen dan laut 0,20 persen.
Tiga negara asal wisman terbesar pada Juli 2026 adalah Timor Leste dengan 22.762 kunjungan, Malaysia 1.533 kunjungan, dan Tiongkok 1.475 kunjungan.
Dominasi wisman Timor Leste ini wajar karena perbatasan darat antara NTT dan negara tetangga itu sangat dekat. Namun pergerakan wisatawan yang berlabuh di Labuan Bajo dan Sumba tetap menjadi perhatian karena berdampak langsung pada okupansi hotel berbintang.
BPS juga mencatat TPK hotel nonbintang di NTT pada Juli 2026 sebesar 20,45 persen, naik tipis 0,22 persen dibandingkan Juni 2026. Namun secara tahunan, angkanya melesat 12,54 persen.
TPK hotel nonbintang tertinggi berada di Kabupaten Kupang sebesar 39,20 persen, disusul Manggarai Barat 35,42 persen dan Belu 29,91 persen. Total tamu yang menginap di hotel nonbintang pada periode tersebut mencapai 3.556 tamu.
Jika wisman menjadi sorotan, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) menuju NTT pada Juli 2026 justru jauh lebih besar, mencapai 1.002.299 perjalanan. Angka itu naik 4,05 persen dibandingkan Juni 2026 dan tumbuh 2,12 persen dibandingkan Juli 2025.
"Wisatawan nusantara terbanyak yang melakukan perjalanan di NTT berasal dari dalam Provinsi NTT sendiri, yaitu sekitar 89,22 persen dari total perjalanan selama Juli 2026," ujarnya.
Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) tercatat 10.111 perjalanan, naik signifikan 35,66 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Rata-rata lama menginap tamu asing di hotel bintang mencapai 1,85 malam, sedikit lebih lama dibandingkan tamu nusantara yang hanya 1,59 malam.