Momen Langka di Gunung Sawal: 10 Satwa Liar Kembali ke Habitat Asli

Penulis: Chandra Kusuma  •  Rabu, 02 September 2026 | 23:48:02 WIB
Sepuluh satwa liar dilindungi dilepasliarkan ke habitat aslinya di kawasan Gunung Sawal, Kabupaten Ciamis, Selasa (1/9).

NUSA TENGGARA TIMUR — Bagi traveler yang senang menelusuri kawasan konservasi, Gunung Sawal menawarkan pemandangan yang tak hanya indah, tapi juga kisah nyata tentang upaya menjaga fauna endemik Jawa. Sepanjang jalur menuju puncak, pengunjung berkesempatan menjumpai habitat alami dari satwa-satwa yang baru saja dipulangkan ini.

Berikut Satwa Liar yang Dilepas di Gunung Sawal

Pelepasliaran yang dilakukan Bidang KSDA Wilayah III Ciamis bersama petugas Damkar itu berlangsung pada Selasa (1/9).

1. Lutung Jawa (3 Ekor)

Primata dengan ciri khas rambut hitam dan bayi berwarna oranye ini biasanya hidup berkelompok di kanopi pohon. Di Gunung Sawal, mereka akan bergabung dengan kelompok liar yang sudah menghuni kawasan tersebut. Waktu terbaik melihat mereka adalah pagi hari saat mereka aktif mencari daun muda.

2. Kukang Jawa (5 Ekor)

Dengan mata besar dan gerakan lambat, primata nokturnal ini menjadi perhatian utama petugas sebelum dilepas. Kukang Jawa termasuk satwa dilindungi yang kerap menjadi korban perdagangan ilegal. Pengunjung yang beruntung mungkin bisa melihatnya saat senja tiba di area tepi hutan.

3. Landak (1 Ekor)

Mamalia berduri ini akan mencari makan di lantai hutan pada malam hari. Kehadirannya menandakan ekosistem Gunung Sawal masih terjaga dengan baik.

4. Kucing Congkok (1 Ekor)

Kucing liar bertubuh kecil dengan pola totol yang mirip macan ini termasuk karnivora yang pemalu. Mereka biasanya bersembunyi di semak belukar dan jarang terlihat oleh mata telanjang manusia.

Kenapa Satwa Ini Diantar ke Gunung Sawal?

Budi Rahmat, Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar melepas hewan ke hutan. Ada proses panjang yang dilalui sebelum satwa tersebut dinyatakan layak kembali ke alam.

"Ini bentuk dukungan kami dalam melindungi satwa yang dilepasliarkan. Setelah dievakuasi dari permukiman, tentunya satwa-satwa ini harus dikembalikan ke habitatnya," kata Budi.

Proses evakuasi pertama kali dilakukan oleh petugas Damkar setelah menerima laporan warga terkait kemunculan satwa liar di area rumah mereka. Ular dan biawak memang menjadi spesies yang paling sering dievakuasi, namun tidak jarang petugas berhadapan dengan jenis yang dilindungi undang-undang. Setelah berhasil diamankan, satwa liar diserahkan ke Bidang KSDA Wilayah III Ciamis untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan perawatan sebelum dipindahkan ke lokasi yang lebih layak.

Kerja sama antara dua instansi ini juga memberikan pengalaman baru bagi petugas Damkar. Mereka tidak hanya bertugas memadamkan api atau mengevakuasi gangguan, tetapi kini memahami tata cara penanganan satwa dilindungi.

Tips Keamanan Saat Melihat Satwa Liar

Masyarakat yang menemukan satwa liar masuk ke permukiman diminta untuk tidak menangkap atau menyakitinya. Budi mengapresiasi warga yang sigap menghubungi petugas melalui jalur resmi.

"Kami mengapresiasi masyarakat yang sigap menghubungi Damkar ketika melihat satwa liar, khususnya yang dilindungi, masuk ke permukiman. Dengan begitu bisa segera dievakuasi dan keberlangsungan hidupnya tetap terjaga," ujarnya.

Bagi pengunjung Gunung Sawal yang hendak menjumpai satwa liar ini secara langsung, pastikan untuk menjaga jarak aman. Satwa yang baru dilepasliarkan membutuhkan waktu beradaptasi dan akan merasa terganggu jika didekati manusia. Hindari memberi makan dan jangan pernah menggunakan flash kamera saat memotret hewan di malam hari, terutama kukang yang sensitif terhadap cahaya.

Perjalanan menuju lokasi pelepasliaran di Blok Awi Lega membutuhkan trekking menembus hutan tropis. Sepatu anti-slip, jaket tebal, dan persediaan air minum wajib dibawa. Musim kemarau antara Juni hingga September menjadi waktu paling tepat untuk berkunjung karena jalur tanah tidak licin.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top