LABUAN BAJO — Pulau Kukusan, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, hanya bisa dijangkau sekitar 30 menit dengan speedboat dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Pulau seluas itu dihuni 85 keluarga atau 300 jiwa, dan menjadi salah satu penyangga kawasan Taman Nasional Komodo.
Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko tiba di pulau tersebut bersama Ketua Bhayangkari Vily Rudi Darmoko, Wakapolda Brigjen Faizal, Direktur Polairud Kombes Irwan Deffi Nasution, Kabid Humas Kombes Henry Novika Chandra, serta Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang. Puluhan anggota Polri ikut dalam rombongan.
Mereka membagikan paket sembako dan susu kepada warga serta siswa madrasah. Suasana mencair saat Rudi dan rombongan bergandengan tangan, berjoget ria bersama anak-anak di halaman sekolah.
Rudi meresmikan dua ruang kelas baru hasil renovasi Satpolairud Polda NTT. Bangunan semiparmanen dengan lantai keramik dan kursi lipat itu sebelumnya rusak, kini kembali layak dipakai untuk belajar.
"Sebelum gempa kami punya program renovasi salah satu sekolah madrasah di pulau Kukusan ini. Kami meresmikan sekolah madrasah," kata Rudi.
Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah memiliki 46 siswa dan empat guru. Namun dua ruang kelas lain masih rusak, atapnya bocor, dan kondisinya makin parah setelah gempa terbaru.
"Atapnya ada yang rusak, nanti pelan-pelan kita perbaiki juga. Nanti kita gotong royong, ya. Nanti kita bantu materialnya, supaya nanti bisa rapi lagi," ujar Rudi.
Rudi berharap siswa madrasah bisa beraktivitas normal tanpa bayang-bayang gempa. Ia menegaskan, kunjungan ke Pulau Kukusan memang difokuskan untuk warga yang paling terdampak.
"Kita mengunjungi Pulau Kukusan, salah satu pulau yang terdampak (gempa) juga. Kami membagikan bantuan kepada masyarakat di Pulau Kukusan yang terdampak gempa," katanya.
Proses trauma healing menjadi bagian penting dari kunjungan ini. Anak-anak yang sempat ketakutan saat gempa terjadi diajak bermain dan bernyanyi bersama, sehingga diharapkan rasa cemas berangsur hilang.
Pulau Kukusan selama ini menjadi perhatian aparat karena aksesnya terbatas. Distribusi bantuan hanya bisa dilakukan lewat laut, menjadikan kehadiran rombongan Polda NTT sebagai salah satu upaya memastikan warga pulau terpencil tidak terlupakan.