NUSA TENGGARA TIMUR — Penyesuaian tarif ini merupakan bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan Pertamina dengan mengacu pada ketentuan pemerintah. Faktor yang dipertimbangkan meliputi perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan kondisi daya beli masyarakat. Keputusan ini diumumkan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, pada Selasa (1/9).
Untuk wilayah Aceh dan Sumatera Utara, Pertamax Turbo naik dari Rp 18.700 menjadi Rp 20.000 per liter. Pertamina Dex naik signifikan dari Rp 21.650 menjadi Rp 25.750 per liter, dan Dexlite naik dari Rp 20.150 menjadi Rp 24.200 per liter.
Di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, harga Pertamax Turbo kini Rp 20.450 per liter dari sebelumnya Rp 19.100. Pertamina Dex naik dari Rp 22.100 menjadi Rp 26.300 per liter. Dexlite naik dari Rp 20.550 menjadi Rp 24.750 per liter.
Kawasan perdagangan bebas tetap mendapat harga berbeda. Di FTZ Sabang, hanya Dexlite yang mengalami penyesuaian dari Rp 18.450 menjadi Rp 22.150 per liter. Sementara di FTZ Batam, Pertamax Turbo naik dari Rp 17.400 menjadi Rp 18.550 per liter.
Pertamina Dex di Batam naik dari Rp 20.100 menjadi Rp 23.950 per liter, dan Dexlite naik dari Rp 18.700 menjadi Rp 22.500 per liter.
Fahrougi menegaskan penyesuaian ini tidak berlaku untuk semua produk non-subsidi. Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 masih dipatok dengan harga lama. "Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan pada produk Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, sedangkan untuk produk Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tidak mengalami penyesuaian harga," ujarnya.
Kenaikan ini berpotensi membebani biaya transportasi dan logistik, terutama bagi pengguna kendaraan diesel komersial yang mengandalkan Dexlite dan Pertamina Dex. Namun, pemerintah masih menahan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar agar daya beli masyarakat kecil tetap terjaga.
Masyarakat yang ingin memastikan apakah mereka berhak menerima bantuan sosial akibat penyesuaian harga energi dapat mengecek status penerima manfaat melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos. Program bantuan seperti BLT BBM dan subsidi upah biasanya menyasar kelompok rentan yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Untuk memastikan apakah Anda termasuk penerima bantuan, ikuti langkah berikut:
Jika nama tidak muncul, Anda tetap bisa mengajukan usulan melalui musyawarah desa/kelurahan atau menghubungi pendamping sosial setempat untuk dimasukkan ke DTKS.
Pertamina memastikan pasokan BBM tetap aman di seluruh wilayah Sumbagut. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui Pertamina Customer Solution 135 atau media sosial resmi Pertamina Sumbagut. Waspadai penipuan yang mengatasnamakan petugas bantuan sosial — semua proses bansos tidak memungut biaya apa pun.