JAKARTA — Agenda diplomatik baru menanti Presiden Prabowo Subianto setelah pertemuan bilateral dengan Presiden Timor-Leste Jose Ramos-Horta di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat. Dalam pertemuan tersebut, Ramos-Horta yang juga penerima Nobel Perdamaian itu menyampaikan undangan resmi agar Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke Timor-Leste.
"Presiden Ramos-Horta juga mengundang Presiden Prabowo untuk ke Timor-Leste. Pak Presiden juga menyampaikan, tentu akan diagendakan," kata Fadli Zon usai mendampingi pertemuan tersebut.
Dalam pertemuan yang dihadiri delegasi Timor-Leste tersebut, Prabowo menegaskan komitmennya terhadap kebijakan bertetangga yang baik atau good neighbor policy. Kebijakan ini disebut tidak hanya menyasar Timor-Leste, tetapi juga Australia, Filipina, Thailand, Singapura, dan Malaysia.
"Itu yang betul-betul dijaga oleh Presiden Prabowo tadi disampaikan. Juga menyampaikan beberapa program yang sekarang ini menjadi prioritas, tentang swasembada pangan, swasembada energi dan swasembada pangan ini menjadi prioritas dan juga tentu ada tentang Makan Bergizi Gratis," tutur Fadli.
Fadli menjelaskan bahwa dalam forum bilateral itu, Kepala Negara memaparkan sejumlah program pembangunan prioritas Indonesia. Prabowo menegaskan bahwa program-program tersebut sejalan dengan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang menjadi komitmen global.
Selain membahas kerja sama bilateral, Prabowo juga menyampaikan harapannya agar para penerima Nobel yang hadir dalam pertemuan dapat kembali berkunjung ke Indonesia. Kunjungan lanjutan tersebut diharapkan menjadi sarana berbagi ilmu dan pengalaman dengan para ilmuwan serta pihak terkait di Indonesia.
Pertemuan tingkat tinggi ini tidak hanya dihadiri oleh Ramos-Horta selaku penerima Nobel Perdamaian. Sejumlah peraih Nobel dari berbagai bidang turut hadir, di antaranya peraih Nobel Kimia Frances H. Arnold dan peraih Nobel Ilmu Ekonomi Robert C. Merton.
Kehadiran para intelektual kelas dunia ini menegaskan bahwa pertemuan bilateral Indonesia-Timor-Leste tidak hanya membahas isu politik dan keamanan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi di bidang sains, riset, dan pengembangan sumber daya manusia.
Undangan resmi dari Ramos-Horta ini menjadi penanda menguatnya hubungan diplomatik kedua negara yang berbagi perbatasan darat di Pulau Timor. Kunjungan Prabowo ke Dili nantinya akan menjadi kunjungan kenegaraan yang dinantikan untuk memperkuat kerja sama ekonomi, sosial, dan budaya antar kedua negara serumpun.