SOE — Tiga komunitas pemuda di Desa Noinbila, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) memilih mengalihkan anggaran karnaval kemerdekaan sebesar Rp 23 juta untuk disumbangkan ke posko bencana gempa bumi di Flores. Aksi ini dilakukan pada Jumat (28/8/2026) sore.
Alih-alih menggelar pesta perayaan yang biasanya digelar setiap tahun, sekitar 100 orang pemuda yang tergabung dalam tiga komunitas ini memutuskan untuk tidak merayakan kemeriahan pawai. Mereka menilai bantuan untuk korban bencana lebih mendesak dibandingkan kebutuhan hiburan semata.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, biaya penyelenggaraan karnaval biasanya terserap untuk sewa truk, sound system, pencahayaan, pembuatan kaos, hingga konsumsi operasional. Tahun ini, seluruh pos anggaran tersebut dikumpulkan dan disalurkan langsung ke posko bencana.
Para pemuda Desa Noinbila menyebut keputusan ini lahir dari kesadaran bersama untuk membantu saudara-saudara yang tengah berduka di Flores. Mereka memilih tidak mengikuti pesta meriah dan fokus pada aksi kemanusiaan yang dampaknya lebih terasa bagi korban gempa.
Penyerahan bantuan dilakukan pada sore hari, diserahkan langsung kepada pengelola posko bencana di Flores. Langkah ini menjadi contoh nyata kepedulian lintas daerah di tengah situasi darurat yang melanda wilayah tersebut.
Belum ada keterangan resmi dari pemerintah desa maupun kecamatan terkait aksi ini. Namun, inisiatif warga ini diharapkan memicu gerakan serupa dari kelompok masyarakat lain di TTS untuk mempercepat pemulihan korban gempa di Flores.