Bencana NTT: Kemenkes Terjunkan Tim Medis ke Wilayah Terisolasi, Evakuasi Korban Pakai Helikopter

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:00:01 WIB
Tim medis Kementerian Kesehatan diterjunkan ke wilayah terdampak bencana di NTT yang sulit dijangkau jalur evakuasi.

KUPANG — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengerahkan tenaga medis langsung ke titik-titik terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sulit dievakuasi. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan pengobatan dilakukan di tempat bagi warga yang tidak bisa dijangkau jalur evakuasi.

“Selain dievakuasi, kita datangkan tenaga kesehatan langsung di tempat-tempat yang sudah susah terevakuasi tersebut. Langsung dilakukan pengobatan di tempat,” kata Dante dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (26/8).

Evakuasi Udara dan Darat untuk Korban Luka

Untuk korban yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, evakuasi dilakukan melalui dua jalur. Helikopter dikerahkan untuk menjangkau wilayah yang terputus akses daratnya, sementara jalur darat digunakan untuk mengangkut pasien ke fasilitas kesehatan terdekat.

Langkah ini ditempuh agar korban dengan kondisi kritis segera mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit rujukan.

Pasien Melahirkan Selama Masa Tanggap Bencana

Dante mengungkapkan, sejumlah warga terdampak yang sedang hamil telah melahirkan di tengah masa penanganan bencana. Informasi perkembangan kondisi para ibu dan bayi tersebut terus dipantau secara berkala oleh petugas di lapangan.

“Yang melahirkan sudah banyak. Kita di-update di WA Group, ini melahirkan, ini melahirkan,” ujarnya.

Koordinasi Petugas dan Stok Obat Dipastikan Aman

Kemenkes memastikan koordinasi antarpetugas di lokasi pengungsian dan rumah sakit lapangan berjalan intensif. Hal ini dilakukan untuk memantau kondisi korban sekaligus memastikan ketersediaan layanan pengobatan bagi masyarakat terdampak.

“Koordinasi antarpetugas terus dilakukan secara intensif untuk memastikan kondisi korban dan pelayanan rumah sakit lapangan tetap terpantau. Pelayanan pengobatan bagi masyarakat terdampak hingga kini masih berjalan dengan aman dan mencukupi,” pungkas Dante.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top