Respons Daihatsu Soal Insentif Mobil Listrik yang Diarahkan ke Mobil Nasional

Penulis: Chandra Kusuma  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:56:01 WIB
Wakil Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor, Rokky Irvayandi, menyampaikan tanggapan perusahaan terkait wacana insentif kendaraan listrik berbasis mobil nasional di sela-sela GIIAS 2026.

NUSA TENGGARA TIMUR — Wacana pemerintah untuk mengubah haluan insentif kendaraan listrik berbasis status kendaraan nasional mendapat tanggapan dari salah satu pabrikan terbesar di Indonesia. PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memastikan diri berada di belakang kebijakan tersebut, selama tujuannya sejalan dengan penguatan industri otomotif lokal.

Rokky Irvayandi, Deputy Marketing Director ADM, menyampaikan langsung sikap perusahaannya di sela-sela gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Ia menyebut keputusan pemerintah pasti sudah melalui pertimbangan yang matang terhadap dampaknya bagi iklim industri di Tanah Air.

Dukungan Penuh untuk Kebijakan Pemerintah

"Kami selalu mendukung apa yang menjadi kebijakan, keputusan, ketentuan dari government, ya. Pastinya pemerintah sudah mempertimbangkan positifnya bagi industri otomotif di tanah air," ujar Rokky saat ditemui belum lama ini.

"Jadi, ya, Daihatsu sepenuhnya mendukung itu," lanjutnya.

Sikap ini bukan sekadar formalitas. Bagi Daihatsu, keberadaan insentif untuk kendaraan elektrifikasi dinilai tetap krusial bagi kelangsungan industri. Syaratnya, kebijakan tersebut harus mampu memberikan pengaruh nyata terhadap perkembangan otomotif di Indonesia.

Insentif Harus Berdampak Positif bagi Industri

"Gini, kalau kita ngelihatnya sih, dari sisi industri, selama itu berpengaruh positif terhadap industri otomotif di dalam negeri pasti kami dukung," kata Rokky.

Pernyataan ini muncul di tengah rencana Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang mengungkapkan skema insentif kendaraan listrik ke depan akan berbasis pada kendaraan yang masuk kategori mobil nasional maupun motor nasional. Artinya, insentif tidak lagi diberikan secara umum untuk semua kendaraan listrik, melainkan hanya untuk model yang memenuhi syarat kandungan lokal dan status nasional.

Kontribusi Daihatsu untuk Industri Otomotif Nasional

Menanggapi arah kebijakan yang lebih selektif ini, Rokky menegaskan bahwa Daihatsu tidak tinggal diam. Perusahaan yang bermarkas di Sunter, Jakarta Utara, itu terus berupaya berkontribusi pada penguatan industri otomotif nasional melalui kegiatan produksi di dalam negeri.

"Sama seperti Daihatsu juga berusaha untuk selalu berkontribusi untuk meningkatkan atau memperbaiki industri otomotif di dalam negeri," ujar Rokky.

Pernyataan ini menarik untuk dicermati. Daihatsu selama ini dikenal sebagai salah satu pabrikan dengan tingkat lokal konten tinggi, terutama untuk model-model LCGC dan MPV seperti Sigra dan Terios yang diproduksi di pabrik Karawang. Jika insentif nantinya benar-benar diarahkan ke mobil nasional, Daihatsu berpotensi menjadi salah satu pemain yang diuntungkan.

Kendati demikian, belum ada detail lebih lanjut mengenai kriteria teknis apa saja yang akan diterapkan pemerintah untuk menentukan status mobil nasional. Yang jelas, wacana ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin insentif yang digelontorkan benar-benar berdampak pada penguatan industri manufaktur dalam negeri, bukan sekadar mendorong impor kendaraan listrik.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: gridoto.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top