NUSA TENGGARA TIMUR — Persaingan ponsel flagship di penghujung 2026 tidak lagi sekadar soal kecepatan prosesor atau jumlah megapiksel. Menurut proyeksi IDC yang dikutip dalam laporan industri, pasar ponsel lipat diprediksi tumbuh 29,7% pada 2026, sementara ponsel konvensional justru turun 1,4%. Angka ini menandai pergeseran minat pengguna—terutama di Indonesia—yang mulai mencari fleksibilitas layar dan inovasi desain.
Chipset flagship dari Qualcomm dan MediaTek pada 2026 akan dibekali Neural Processing Unit (NPU) yang lebih bertenaga. Alih-alih hanya jadi fitur tambahan, AI generasi ini dirancang menjadi pusat kendali perangkat. Fungsinya mencakup otomatisasi jadwal berdasarkan kebiasaan pengguna, perangkuman email dan dokumen dalam hitungan detik, hingga pembuatan balasan pesan yang kontekstual—semuanya diproses langsung di perangkat untuk menjaga privasi.
Tahun 2026 diprediksi menjadi momentum kritis bagi ponsel lipat. Samsung dikabarkan telah meluncurkan Galaxy Z TriFold di Korea pada Desember 2025, dengan rencana rilis global awal 2026. Indonesia diperkirakan mendapatkan perangkat ini pada pertengahan tahun. Sementara itu, Apple dikabarkan sedang mengembangkan iPhone Fold bergaya buku dengan ketebalan hanya 5,6 mm saat terbuka—bahkan ada klaim bisa mencapai 4,5 mm. Fokus utama Apple adalah meminimalkan lipatan layar dan meningkatkan durabilitas, dengan target rilis September 2026.
Teknologi baterai menjadi salah satu sektor yang paling berubah. Produsen flagship mulai beralih dari lithium-ion ke baterai silicon-carbon, yang memungkinkan kapasitas lebih besar tanpa membuat bodi ponsel menebal. Vivo X300 Ultra, misalnya, akan menggunakan chipset Snapdragon generasi terbaru berarsitektur 3 nanometer yang dipadukan dengan ISP kustom untuk fotografi malam. Kombinasi ini menjanjikan efisiensi energi yang lebih baik sekaligus performa pemrosesan gambar yang optimal.
Bagi pengguna di Indonesia yang menunggu momen upgrade, akhir 2026 menawarkan tiga hal utama: AI yang benar-benar bekerja sebagai asisten pribadi, pilihan ponsel lipat yang semakin matang, dan baterai yang mampu bertahan seharian penuh tanpa kompromi desain. Namun, harga flagship diperkirakan tetap berada di kisaran Rp 15–25 juta, tergantung varian dan kebijakan distribusi masing-masing merek di pasar lokal.