KUPANG — Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I di Kabupaten Kupang menjadi salah satu proyek percontohan program Sekolah Rakyat yang dikebut pemerintah. Menteri PU Dody Hanggodo dalam kunjungannya ke lokasi memastikan bahwa fasilitas yang ada benar-benar siap menunjang proses belajar mengajar.
Sejumlah bangunan prioritas di kawasan pendidikan terpadu ini telah rampung 100 persen dan sudah dimanfaatkan. Gedung SMA, asrama putra SD 1, asrama putri SD 2, rumah ibadah, dapur umum, serta kantin untuk jenjang SD, SMP, dan SMA sudah berfungsi.
Selain itu, power house, rumah pompa, dan tempat pengelolaan sampah (TPS) juga telah siap. Operasional sekolah sendiri sudah dimulai sejak 13 Juli 2026.
Menteri Dody mengakui bahwa akses menuju kawasan sekolah masih perlu ditingkatkan. Ia menargetkan perbaikan jalan sepanjang lima kilometer dari jalan utama Timor Raya, termasuk ruas utama dan jalur alternatif, rampung pada Agustus 2026.
“Untuk jalan sepanjang lima kilometer akan kami perbaiki, agar akses masuk ke sekolah ini lancar,” ujar Dody dalam keterangannya, Jumat.
SRT I Kabupaten Kupang dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang melayani jenjang SD, SMP, dan SMA dengan konsep berasrama. Selain gedung sekolah dan asrama putra-putri, kompleks ini juga dilengkapi rumah susun guru, perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, laboratorium IPA, ruang UKS, serta ruang bimbingan konseling.
Fasilitas penunjang lainnya mencakup gedung serbaguna, lapangan olahraga, dan kantin di setiap jenjang pendidikan. Sementara itu, gedung SD, SMP, asrama tambahan, dan rumah susun guru masih dalam tahap penyelesaian secara bertahap tanpa mengganggu kegiatan belajar yang sudah berjalan.
Menteri Dody menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya sekadar mendirikan gedung. “Kami harus memastikan sarana dan prasarana benar-benar siap untuk mendukung adik-adik belajar,” katanya.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga SRT I Kabupaten Kupang sudah dapat difungsikan. Ke depan, pemerintah akan terus menyempurnakan infrastruktur pendukung agar seluruh siswa memperoleh fasilitas pendidikan yang layak dan berkualitas.