JAKARTA — IHSG melanjutkan tren positif setelah sehari sebelumnya ditutup menguat 0,37 persen ke posisi 6.024,35. Kembalinya aliran modal asing dan penguatan nilai tukar rupiah menjadi katalis utama di awal sesi pertama.
Nilai tukar rupiah pada Kamis (16/7/2026) ditutup menguat 0,46 persen ke level Rp17.986 per dolar AS. Penguatan rupiah ini turut menopang sentimen positif di pasar modal, sejalan dengan aksi beli investor asing yang mencatatkan beli bersih Rp283,41 miliar.
"Momentum penguatan IHSG masih terjaga," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya. Sentimen investor juga dipengaruhi data realisasi investasi triwulan II 2026 yang dirilis Kementerian Investasi.
Kementerian Investasi mencatat realisasi investasi nasional triwulan II 2026 mencapai Rp511,8 triliun. Angka ini tumbuh 7,1 persen secara tahunan dan setara 25,1 persen dari total target investasi nasional tahun 2026.
Komposisi investasi masih didominasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 50,4 persen, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai 49,6 persen. Investasi asing langsung di luar sektor keuangan dan migas tercatat melonjak 27,4 persen menjadi Rp257,7 triliun—rekor tertinggi sejak triwulan IV 2024.
Sektor industri logam dasar menjadi primadona penyerap investasi terbesar, disusul jasa lainnya dan pertambangan.
Tim Phintraco mengingatkan bahwa investasi yang masih ditopang sektor komoditas menyimpan risiko bagi stabilitas pasar ke depan. "Kenaikan investasi langsung ini menjadi indikasi positif akan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan masih solid pada triwulan II 2026," ujar analis. "Namun potensi risiko tersebut perlu diantisipasi agar tidak mempengaruhi stabilitas investasi ke depan."
Para pelaku pasar kini mencermati pergerakan IHSG yang diperkirakan akan menguji level resistansi terdekat di kisaran 6.125 hingga 6.175 pada perdagangan hari ini.