Kebakaran Landa 100 Hektare Sabana di Labuan Bajo, Petugas Padamkan Api Sepanjang Malam

Penulis: Chandra Kusuma  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 16:21:01 WIB
Petugas pemadam kebakaran menyiramkan air ke area terdampak kebakaran sabana seluas 80 hingga 100 hektare di Bukit Keranga, Labuan Bajo, pada Rabu (15/7/2026).

LABUAN BAJO — Kawasan sabana yang menjadi salah satu daya tarik wisata di utara Kota Labuan Bajo terbakar pada Rabu (15/7/2026). Api melalap hamparan rumput dan semak belukar di Bukit Keranga hingga mendekati Plataran Komodo Resort, memicu mobilisasi petugas pemadam kebakaran dan kendaraan suplai air.

Kasat Pol PP Manggarai Barat Yeremias Ontong menyebutkan luasan lahan terdampak mencapai 80 hingga 100 hektare. Proses pemadaman berlangsung intensif sepanjang sore hingga api berhasil dikendalikan pada malam hari.

Proses Pendinginan dan Penyisiran untuk Cegah Api Kembali

Setelah api padam, petugas tidak langsung menarik diri. Operasi dilanjutkan dengan pendinginan, yaitu menyiramkan air secara merata ke seluruh area terdampak untuk menurunkan suhu material yang terbakar.

"Selanjutnya petugas melaksanakan proses pendinginan dengan menyiramkan air secara menyeluruh pada area terdampak untuk menurunkan suhu material yang terbakar dan mencegah penyalaan kembali," ujar Yeremias.

Tim gabungan juga melakukan penyisiran menyeluruh di lokasi kebakaran. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

"Setelah proses pendinginan selesai, personel melakukan penyisiran dan pemeriksaan terhadap seluruh area kebakaran guna memastikan tidak terdapat titik api, bara api maupun potensi penyalaan kembali," tambahnya.

Lokasi Strategis di Kawasan Wisata, Tak Ada Korban Jiwa

Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena titik kebakaran berada di kawasan yang dikelilingi sejumlah hotel, resort, dan destinasi wisata unggulan Labuan Bajo. Meski menghanguskan hamparan sabana yang luas, kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa.

Penyebab Masih Diselidiki, Imbauan di Musim Kemarau

Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat. Vegetasi sabana yang kering pada musim kemarau disebut sangat mudah terbakar, sehingga masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: monitorindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top