KUPANG — Tiga politisi dari Partai Golkar, PKB, dan PDI Perjuangan itu tiba di Mapolda NTT sekitar pukul 10.40 Wita dengan didampingi tim kuasa hukum masing-masing. Mereka memilih bungkam saat dicecar wartawan sebelum memasuki ruang pemeriksaan.
Ketiga anggota DPRD TTU yang diperiksa adalah Therezius Lazakar (Partai Golkar), Norbertus Tubani (PKB), dan Veronika Lake (PDI Perjuangan). Satu orang lainnya adalah dokter hewan dari Dinas Peternakan TTU, Maria Mathildis Sau.
Keempat orang itu diduga melakukan intimidasi terhadap dr Icha sebelum korban meninggal dunia. Dugaan tersebut menjadi salah satu faktor yang disebut memperburuk kondisi psikis almarhumah hingga nekat mengakhiri hidupnya.
Therezius Lazakar tampak mengenakan kemeja kuning kotak-kotak dan masker hitam. Norbertus Tubani memakai kemeja biru navy, masker hitam, serta topi putih bergaris merah. Sementara Veronika Lake hadir dengan kemeja putih dan didampingi suaminya yang juga mengenakan pakaian serupa. Maria Mathildis Sau datang dengan kemeja abu-abu dan membawa tas hitam.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda NTT Kombes Nova Irone Surentu membenarkan pemeriksaan terhadap keempat terlapor. Namun, ia menegaskan bahwa penanganan perkara ini berada di bawah Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT.
"Yang nanganinya ada di Krimum (Ditreskrimum). Kami hanya tangani pelapor dan perempuan saja atau keluarga korban," kata Nova kepada wartawan di Kupang.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan terhadap para terlapor masih berjalan. Polisi belum menyampaikan hasil atau perkembangan terbaru dari pemeriksaan tersebut. Publik menanti langkah penyidik selanjutnya, termasuk kemungkinan penetapan status tersangka jika ditemukan bukti permulaan yang cukup.
Kasus ini menjadi sorotan di NTT karena menyangkut dugaan tekanan psikologis terhadap tenaga kesehatan yang berujung pada tindakan fatal. Keluarga korban sebelumnya telah melaporkan sejumlah pihak ke Polda NTT, dan pemeriksaan kali ini merupakan babak baru dalam pengusutan perkara tersebut.